Breaking News:

Berita Mojokerto

Puluhan Perajin Patung Trowulan Mojokerto Sampaikan Kritik Penanganan Pandemi di HUT RI ke-76

Puluhan perajin patung bersama budayawan dan komunitas-komunitas di Trowulan, Kabupaten Mojokerto mencurahkan keluh kesahnya terkait dampak Pandemi Co

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Sejumlah perajin patung dan budayawan saat upacara bendera memperingati HUT RI ke-76 di Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Puluhan perajin patung bersama budayawan dan komunitas-komunitas di Trowulan, Kabupaten Mojokerto mencurahkan keluh kesahnya terkait dampak Pandemi Covid-19.

Mereka menyampaikan kritikan terhadap pemerintah soal penanganan Pandemi yang berdampak langsung pada perekonomian perajin patung dan pelaku seni bersamaan saat upacara bendera memperingati HUT RI ke-76.

Upacara bendera di hari kemerdekaan itu berlangsung sederhana bertempat di pekarangan rumah warga yang biasanya dipakai untuk pemahat patung di Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/8/2021).

Seorang perajin patung, Nanang Muni mengatakan pengibaran bendera ini dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan dilakukan sebagai bentuk menghormati jasa-jasa pahlawan sekaligus memupuk generasi penerus berjiwa kebangsaan.

Disisi lain, mereka juga menyampaikan kritik agar pemerintah segera fokus untuk memperbanyak perekonomian akibat dampak Pandemi Covid-19.

Dampak itu, lanjut Nanang, begitu dirasakan masyarakat terutama industri patung batu di pusat Kerajinan Industri Batu Trowulan.

Dia juga meminta pemerintah agar memberikan perhatian lebih terhadap perajin patung di Trowulan lantaran keahlian itu merupakan sekmen penting dalam pelestarian sejarah Majapahit.

"Ini bukti kami sebagai pelestari sejarah masa lalu dengan industri patung batu terdampak langsung Pandemi dan selama dua tahun kita bertahan hidup di tengah Pandemi namun tak menyurutkan patriot dalam mempengati kemerdekaan," jelasnya, Selasa (17/8).

Dia berharap Indonesia lekas pulih jiwa dan raganya yang artinya Pandemi segera berakhir dan situasi perekonomian kembali pulih agar mereka dapat mencari nafkah seperti sedia kala. 

"Semoaga Indonesia benar-benar Merdeka jiwa dan raga, pandemi segera selesai, saya yakin sejarah dari Covid-19 ini akan menjadi tongak akan ada peradaban yang besar ini," ucap Nanang.

Bagus Tri Pamungkas pemuda pengiat sejarah Majapahit, mengatakan kegiatan upacara kemerdekaan yang dilakukan oleh para budayawan, perajin patung, komunitas motor ini juga sebagai ajang silaturahmi.

"Bisa jadi ajang silaturahmi dan diskusi yang sudah lama kita tidak lakukan ini," paparnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved