Breaking News:

Berita Lumajang

2 Elang Dilepas di Hutan Gunung Semeru Lumajang, Diharapkan Berkembang Biak agar Tak Punah

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melepasliarkan dua elang ke kawasan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (18/8/2021). 

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Dokumen TNBTS
Elang jawa (Araga) yang baru dilepasliarkan di hutan Gunung Semeru. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melepasliarkan dua elang ke kawasan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (18/8/2021). 

Sekilas informasi, dua elang yang dilepasliarkan berjenis kelamin jantan dan betina. Elang jantan diberi nama Moris, sedangkan betina dinamai Araga.

Araga jenis elang jawa diperoleh dari penyerahan warga secara sukarela, sedangkan Moris jenis elang ular bido merupakan hasil penyitaan operasi. 

Plt Kepala BB-TNBTS, Novita Kusuma Wardani mengatakan, menjelaskan dua elang telah menjalani rehabilitasi di Taman Nasional Halimun Salak, Kabupaten Bogor, sebelum dilepasliarkan.

"Kawasan Semeru yang mempunyai potensi satwa liar, mungkin selama ini Semeru hanya dikenal tempat wisata ya ternyata dia juga berfungsi penyangga sistem kehidupan dan pengawetan hubungan satwa liar," katanya.

Memang secara karakteristik hutan Gunung Semeru mendukung habitat dua elang itu untuk hidup bebas.

Sebab kedua elang itu memiliki kebiasaan terbang melintas pada ketinggian 600-2000 mdpl. 

Menurut survei TNBTS setidaknya saat ini populasi elang jawa di hutan Gunung Semeru sebanyak 35 ekor.

Untuk membuktikan dua elang yang baru dilepasliar dapat survive di alam liar, pihak TNBTS dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi monitoring kedua satwa tersebut.

Harapannya setelah kedua elang sudah terbiasa hidup di alam liar bisa berkembang biak. Sehingga spesies itu terhindar dari risiko punah.

Sementara Wakil Bupati Lumajang yang hadir untuk melepasliar elang secara simbolis meminta warga tidak lagi menangkap dan memelihara elang karena termasuk satwa yang dilindungi kelestariannya.

"Biarkan satwa-satwa ini terbang bebas di alamnya. Karena kalau elang ini ditangkap maka ekosistem kita (manusia) juga terganggu," pesannya.

Sementara bersamaan dengan kegiatan itu, pihak TNBTS juga menanam ratusan bibit pinang jawa (Pinanga javana Blume) untuk mencegah kepunahan populasi tanaman tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved