Breaking News:

Berita Kota Batu

Pedagang Pasar Besar Kota Batu Akan Direlokasi ke Stadion Gelora Brantas pada Oktober

Pedagang Pasar Besar Kota Batu akan direlokasi ke Stadion Gelora Brantas pada Oktober, lelang pembangunan bangunan semipermanen sudah ada pemenang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Pintu gerbang masuk ke Pasar Besar Kota Batu, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Para pedagang Pasar Besar Kota Batu rencananya direlokasi pada Oktober 2021 ke Stadion Gelora Brantas.

Rencana tersebut bagian dari revitalisasi Pasar Besar Kota Batu yang dianggarkan sebanyak Rp 200 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengungkapkan, tender pengerjaan relokasi dimenangkan Mahakarya Abadi asal Kabupaten Lumajang dengan nilai Rp 4,7 miliar.

Pagu anggaran yang disediakan Pemkot Batu senilai hampir Rp 6 miliar guna pembangunan kios semipermanen di luar area stadion.

“Untuk relokasi pedagang pasar rencananya akan dilakukan mulai bulan Oktober. Karena untuk lelang pembangunan bangunan semipermanen sudah ada pemenang dan pengerjaan akan dimulai akhir Agustus ini,” ujar Punjul, Selasa (17/8/2021).

Kios-kios semipermanen dibangun sesuai jumlah pedagang Pasar Induk Kota Batu yang berjumlah sekitar 2.000 pedagang. Sedangkan pedagang Pasar Pagi berjumlah sekitar 1.097 akan ditempatkan di area dalam stadion, tepatnya di lintasan lari dan tribun penonton.

Sesuai rencana, pedagang pasar pagi akan menggelar dagangannya mulai pukul 00.00 WIB hingga 07.30 WIB.

Baca juga: Luhut Apresiasi Tempat Isoter di Kota Batu, Sebut Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 100 Persen

Punjul mengatakan, pengerjaan bedak semipermanen untuk relokasi pedagang Pasar Induk Kota Batu mulai digarap Agustus. Sehingga pada Oktober nanti bisa berpindah ke tempat relokasi.

“Setelah tempat relokasi dibangun bulan ini dan relokasi pada Oktober nanti. Selanjutnya akan dilakukan pembangunan pasar,” kata dia.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Eko Suhartono memaparkan bahwa lelang relokasi pasar tidak ada kendala. Begitu juga dengan rencana pembangunan Pasar Besar Kota Batu yang direncanakan multiyears.

Mekanisme pencairan anggaran dua tahap. Tahap pertama dicairkan 10 persen atau sekitar Rp 20 miliar untuk pembangunan pondasi dan sisanya digelontorkan pada 2022.

“Dari total anggaran yang disiapkan pemerintah pusat sebesar Rp 199,9 miliar,” kata Eko.

Lebih lanjut, secara umum pembangunan pasar besar diperkirakan akan menelan waktu satu tahun. Dengan prediksi dimulai November 2021 sampai November 2022. Kemudian menunggu masa pemeliharaan selama enam bulan atau sampai Maret 2023.

“Sedangkan dalam waktu dekat untuk relokasi, sesuai dengan pembahasan bersama dewan, dalam pelaksanaan relokasi, pemda tidak boleh menarik uang sewa kepada pedagang. Begitu juga untuk listrik, air, dan toilet pemda yang membayar,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved