Breaking News:

Berita Nganjuk

Bupati Nganjuk Keluarkan SE Peniadaan Isoman, 'Lebih Baik Isoter untuk Memutus Mata Rantai Covid-19'

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi instruksikan tidak ada pasien Covid-19 isolasi mandiri. Diarahkan melakukan secara terpusat.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Hefty Suud

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kabupaten Nganjuk resmi turun ke Level 3 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai Instruksi Mendagri nomor 34 tahun 2021.

Hal itu dilakukan tindaklanjut dengan keluarnya Surat Edarah (SE) Bupati Nganjuk nomor 440/2230/411.303/2021 tentang pelaksanaan isolasi terpusat (Isoter) di Kabupaten Nganjuk yang ditanda tangani Plt Bupati Nganjuk.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, isi dari SE tersebut sebagai penegasan isoman bagi masyarakat yang terkonfirnasi positif virus Corona ( Covid-19 ) di rumah agar ditiadakan.

Selanjutnya, isolasi mandiri (isoman) dapat dilakukan secara isolasi terpusat (Isoter).

Baca juga: Nganjuk Masuk PPKM Level 3, Satgas Covid-19 Siapkan Langkah Awal Pemindahan Warga Isoman ke Isoter

"Pemkab Nganjuk sendiri telah menyediakan dua lokasi isoter. Yaitu di Hotel Wilis, dan Hotel Wisata Karya Desa Sanggrahan Kecamatan Sawahan lengkap dengan fasilitas pendukung isoter. Termasuk petugas yang menangani," kata Marhaen Djumadi, Kamis (19/8/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, peniadaan isoman dan penyediaan layanan isoter disebabkan oleh salah satu alasan yakni untuk mencegah penularan Covid-19 bagi pasien yang tengah menjalani isoman.

Dimaan saat isoman di rumah rentan terjadi penularan terhadap penghuni rumah tersebut sehingga muncul klaster keluarga.

"Untuk itu, lebih baik dilakukan isoter sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ucap Marhaen Djumadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved