Berita Pasuruan

Kejari Tahan Mantan Wakil Bupati Pasuruan Atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Koperasi PKIS Sekartanjung

Kejari Pasuruan tetapkan mantan wakil bupati Pasuruan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dana koperasi PKIS Sekartanjung

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Mantan Wabup dan dua temannya dijebloskan sel tahanan karena terjerat kasus dugaan korupsi dana koperasi PKIS Sekartanjung. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Mantan Wakil Bupati Pasuruan Riang Kulup Prayuda ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana koperasi PKIS Sekartanjung.

Selain mantan wabup, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni Kusnan, dan Wibisono.

Kajari Kabupaten Pasuruan, Ramdhanu Dwiyantoro menjelaskan, ketiga tersangka ini sudah ditahan di Rutan Bangil dan Lapas Pasuruan.

"Dari hasil pemeriksaan selama satu tahun, kami menyimpulkan tiga orang ini harus bertanggung jawab dalam dugaan kasus korupsi uang koperasi," katanya, Kamis (19/8/2021).

Dia menyampaikan, ketiganya memiliki peran masing - masing. Mantan Wabup ini adalah Sekretaris Koperasi, Kusnan adalah Ketua Koperasi, dan Wibisoni adalah penyedia barang.

"Koperasi ini pernah mendapatkan bantuan keuangan dari kementrian Koperasi dan UKM senilai Rp 25 miliar. Namun, dalam perjalanan, diduga kuat uang tidak digunakan semestinya," jelasnya.

Menurutnya, sesuai dengan petunjuk penggunaan uang bantuan diperuntukkan untik menunjang kesejahteraan peternak sapi.

"Kenyataannya, uang ini dimanfaatkan untuk hal lain.  Salah satunya, pembentukan perusahaan mesin pengolahan susu, PT Nuwersteel sebesar Rp 15 Miliar," paparnya.

Selain itu, kata Kajari, sisanya Rp 10 Miliar juga digunakan ntuk hal-hal lain yang sulit dipertanggungjawabkan dan tidak jelas peruntukannya.

"Hingga akhirnya koperasi ini dinyatakan pailit oleh pengadilan tata niaga Surabaya pada 2017 yang lalu," tambah Kajari

Disampaikannya, aset-aset koperasi kemudian dilelang untuk membayar tunggakan pembayaran buruh. Semua aset yang dilelangkan berasal dari keuangan negara. 

"Kami mulai curiga karena yang dilelang itu kantor ataupun mesin pengolahan susu yang digunakan. Tahun 2020, kasus mulai masuk penyelidikan," lanjut dia.

Dalam kasus ini, Kejari juga sedang mengejar N, salah satu rekanan yang juga harus bertanggung jawab dalam kasus ini. N sudah ditetapkan sebagai DPO.

Dalam kasus ini, kata Kajari, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 25 miliar. Ketua dan Sekretaris Koperasi berperan sebagai pihak yang harus mempertanggungjawabkan keuangan koperasi.

Sementara, WB alias Wibisono dijadikan tersangka, karena perannha sebagai penyedia mesin yang disinyalir tidak sesuai standarisasi kementrian.

Mereka disangkakan melanggar pasal 2 jo pasal 3 atau pasal 9 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pidana korupsi jo pasal 55 KUHP.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved