Berita Sidoarjo

Program PIWK di Sidoarjo Belum Setahun Berjalan Sudah Diberhentikan, Dewan Heran

PIWK di Sidoarjo belum genap setahun berjalan sudah diberhentikan. Anggota Komisi A DPRS Sidoarjo Tarkit Erdianto menyayangkan.

Penulis: M Taufik | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/M TAUFIK
Lubang jalan di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Kamis (11/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) di Sidoarjo digembar-gembor menjadi program unggulan untuk pemerataan pembangunan di Sidoarjo sejak tahun lalu.

Realisasinya, baru tahun 2021 ini berjalan.

Tapi belum genap setahun berjalan, program itu dihentikan.

Buktinya, alokasi dana PIWK sudah tidak ada dalam PAK (perubahan anggaran keuangan) 2021. 

Dalam perencanaan anggaran tahun 2022 juga tidak muncul dana untuk PIWK.

Baca juga: Pasien Covid-19 Isoman di Sidoarjo Mulai Dipindah ke Isoter, Cegah Terjadinya Klaster Rumah Tangga

“Ini juga yang sedang menjadi pertanyaan teman-teman di DPRD Sidoarjo,” kata Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Tarkit Erdianto.

Artinya, ke depan sudah tidak ada lagi pembangunan jalan, jenbatan, perbaikan infrastruktur, normalusasi sungai, perbaikan jalan lingkungan dan sebagainya yang ditangani langsung oleh kecamatan.

“Padahal program ini dirasa sudah mendapatkan feedback positif dari para camat. Sehingga pemerataan  pembangunan infrastruktur bisa sedikit lebih cepat," lanjut politisi PDIP tersebut.

Berulang kali Tarkit mengaku heran. Dulu saat awal, semua sulit dalam realisasi. Seperti camat dan sebagainya.

Tapi sekarang, ketika camat sudah bisa menjalankan dengan baik malah dihentikan.

Bahkan, penambalan jalan berlubang, termasuk pemeliharaan saluran air pun saat ini terbilang sudah lebih baik ketimbang sebelum ada PIWK.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Bentuk Tim Percepatan Vaksinasi Covid-19, Tak Libatkan Tenaga Kesehatan Puskesmas

Kendati demikian, penghapusan program PIWK dalam pembahasan PAK tersebut menurutnya masih belum final.

Saat ini, legislatif melalui tim badan anggaran (Banggar) sedang membahas lebih lanjut mengenai PAK tersebut.

"Sekarang tinggal menunggu hasil akhir pembahasan PAK ini bagaimana. Apakah benar-benar dihapus atau bakal ada lanjutan, atau bagaimana nanti. Kita lihat saja komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Berita tentang Sidoarjo

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved