Breaking News:

Berita Madura

25 Persen DBHCHT di Pamekasan akan Dipakai untuk Ksehatan, Harap Bisa Kurangi Stunting

Sebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura akan dialokasikan untuk kesehatan

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Kuswanto Ferdian
Sri Puja Astuti 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura akan dialokasikan untuk kesehatan.

Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan, Sri Puja Astuti mengatakan, sekitar 25 persen DBHCHT akan dipakai untuk keperluan kesehatan.

Meliputi, untuk kegiatan preventif, promotif dan kuratif.

Seperti untuk mengurangi stunting, penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana alat kesehatan, dan untuk pembayaran iuran BPJS.

Nantinya, khusus Dinas Kesehatan Pamekasan, anggaran DBHCHT akan dipakai untuk pembayaran iuran BPJS sebesar Rp. 14,1 Miliar.

Selain itu untuk pengadaan obat dan fasilitas kesehatan di RSUD Waru yang alokasinya sekitar Rp 2 Miliar.

"Di bidang kesehatan juga untuk pemeliharaan alat kesehatan,” kata Sri Puja Astuti kepada TribunMadura.com, Jumat (20/8/2021).

Menurut Sri, kebutuhan di bidang kesehatan, membutuhkan dana sebesar Rp. 43 Miliar.

Namun kebutuhan dana sebanyak itu, tidak dapat dicukupi semuanya.

Kata Sri, dahulu anggaran DBHCHT untuk bidang kesehatan, dialokasikan sebanyak 50 persen.

Baca juga: Struktur SOTK di Pemkot Surabaya Berubah, Begini Penyesuaian Sejumlah OPD yang baru

Sedangkan, di tahun 2021 ini, penggunaan DBHCHT difokuskan pada pemulihan ekonomi di daerah.

Sehingga untuk bidang kesehatan, hanya dialokasikan sekitar 25 persen.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved