Breaking News:

Berita Batu

Dewanti Minta Tolong ke Krisdayanti agar Cakupan Vaksinasi Malang Raya Merata

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko memberikan masukan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Krisdayanti yang duduk di Komisi

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Krisdayanti berinteraksi dengan seorang warga Kota Batu yang baru saja menerima dosis pertama vaksin Covid-19 di pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (20/8/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko memberikan masukan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Krisdayanti yang duduk di Komisi IX agar pelaksanaan vaksinasi di Malang Raya merata.

Pasalnya, terjadi ketimpangan jumlah warga yang telah divaksin antara Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Kami memberi masukan bagaimana kondisi vaksinasi di Malang Raya. Terus terang, di Kota Batu masih 25 persen cakupan dosis pertama sedangkan di Kota Malang 50 persen. Kami minta tolong di Malang Raya ini disamaratakan,” ujar Dewanti, Jumat (20/8/2021).

Dewanti melanjutkan, menurutnya yang paling kasihan adalah Kabupaten Malang. Kata Dewanti, jumlah vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Malang belum sampai 10 persen.

“Yang paling kasihan lagi Kabupaten Malang karena belum sampai 10 persen. Tolong Malang Raya ini menjadi bagian yang sama, misal ketika mendapat 10 ribu ya dibagi rata sesuai jumlah penduduknya agar segera terbentuk kekebalan komunitas,” kata Dewanti.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, per 20 Agustus 2021, jumlah warga Kota Batu yang telah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 28.60 persen. Sedangkan yang menerima dosis kedua sebanyak  21.09 persen.

Menurut Dewanti, penuhnya kapasitas rumah sakit rujukan di kawasan Malang Raya tidak bisa dijadikan patokan bahwa Malang Raya kondisinya berisiko tinggi. Pasalnya, ada beberapa rumah sakit level provinsi sehingga pasiennya tidak hanya berasal dari Malang Raya.

“Dari cakupan tempat tidur di Rumah Sakit, tidak bisa dijadikan patokan di Malang Raya, karena misal RS Saiful Anwar, ternyata yang berada di RS tidak sampai 50 persen adalah penduduk Malang Raya. Sehingga itu tidak bisa dijadikan patokan Malang Raya masih merah. Juga di Kota Batu, ada 12 tempat tidur, ketika didata, separohnya bukan penduduk Kota Batu,” kata Dewanti.

Krisdayanti memaparkan, kehadirannya ke Kota Batu untuk memastikan proses vaksinasi terhadap warga betul-betul tersalurkan maksimal. Katanya, Komisi IX DPRD RI meminta agar para kepala daerah bisa memberikan vaksin kepada warganya secepatnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved