Breaking News:

Berita Batu

Direktur RS Karsa Husada Kota Batu Jelaskan Sebab Harga PCR Mahal

Direktur RS Karsa Husada Kota Batu menjelaskan tingginya harga Swab PCR saat ini dipengaruhi oleh harga reagen yang mahal

Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Direktur RS Karsa Husada Kota Batu, dr Tries Anggraeni menjelaskan, tingginya harga Swab PCR saat ini dipengaruhi oleh harga reagen yang mahal. Selain itu, juga masih terkendala pajak dan hal lain sebagainya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Direktur RS Karsa Husada Kota Batu, dr Tries Anggraeni menjelaskan, tingginya harga Swab PCR saat ini dipengaruhi oleh harga reagen yang mahal. Selain itu, juga masih terkendala pajak dan hal lain sebagainya.

"Contoh saja harga Swab Antigen yang harganya turun beberapa waktu lalu. Turunnya harga Swab Antigen dipengaruhi oleh harga reagen,” ujarnya.

Dengan adanya instruksi penurunan harga PCR dari Presiden RI Joko Widodo, pihaknya akan berkoordinasi dengan bagian pengadaan. RS Karsa Husada merupakan RS di bawah naungan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

"Untuk upaya minta subsidi ke pemerintah provinsi, sudah kami upayakan. Termasuk untuk subsidi obat-obatan yang mahal. Kalau subsidi untuk Swab PCR kami masih belum ada,” ujar dia.

Untuk menyesuaikan harga sesuai dengan instruksi Presiden RI. Pihaknya membutuhkan waktu sepekan ke depan. Rumah sakit akan melakukan perhitungan kembali.

Baca juga: Jalankan Instruksi Presiden, Polres Malang Kawal Pemberlakuan Tarif Tes PCR

"Beberapa hari yang lalu Kimia Farma sudah mengeluarkan edaran untuk menurunkan harga Swab PCR. Namun tak lama ditarik lagi karena ada instruksi lanjutan dari presiden,” ujar dia.

Tries menyebut, sebelumnya dia telah menurunkan harga Swab PCR. Mulanya RS Karsa Husada mematok harga Rp 900 ribu sekali melakukan Swab PCR. Sedangkan beberapa waktu lalu sudah diturunkan menjadi Rp 850 ribu sekali tes.

"Kami tidak mengambil keuntungan apa-apa. Biaya tersebut hanya cukup untuk membeli keperluan bahan habis pakai dan reagen saja,” tutup Tries.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut ke RS yang ada di Kota Batu. Guna memastikan harga Swab PCR bisa turun sesuai instruksi presiden.

"Kami akan berusaha dan memastikan tarif Swab PCR sesuai dengan SE Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dalam waktu dekat ini,” katanya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved