Breaking News:

Berita Kota Malang

Polisi Masih Dalami Laporan Dugaan Fetish Mukena yang Dialami Model di Kota Malang

Polisi masih mendalami laporan dugaan fetish mukena yang dialami model di Kota Malang: Kami lakukan pemeriksaan.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satreskrim Polresta Malang Kota lakukan pendalaman terhadap laporan kasus dugaan fetish mukena.

Perlu diketahui, seorang model asal Kota Malang berinisial AL mendatangi Polresta Malang Kota pada Jumat (20/8/2021).

Perempuan berusia 22 tahun itu datang untuk membuat laporan kasus dugaan fetish mukena, yang dilakukan oleh seseorang berinisial D.

"Sementara ini, salah satu korban telah mengadukan ke kami. Kami masih lakukan pemeriksaan dan pendalaman. Jadi dari situ, ada hal-hal yang perlu kita teliti, dari satu perkara ada beberapa proses," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada TribunJatim.com, Minggu (22/8/2021).

Dirinya menjelaskan, sampai saat ini, pihaknya masih mempelajari dan menganalisis terkait indikasi tindak pidana dalam perbuatan tersebut.

"Jadi, kita perlu dalami dulu apakah ini masuk ke dalam sebuah tindak pidana terkait Undang-undang ITE atau tidak. Jadi ini perlu kita dalami, beberapa alat bukti, pemeriksaan-pemeriksaan, kami persilakan untuk yang merasa menjadi korban untuk melapor ke Polresta. Itu untuk membantu kami melakukan analisa perkara ini," jelasnya.

Karena menurutnya, keterangan dari para saksi dan barang bukti yang menjadi petunjuk bisa menjadi bahan analisa.

Baca juga: Model di Kota Malang Jadi Korban Fetish Mukena, Pelaku Berkedok Endorse, Polisi Tunggu Laporan

"Perkara ini perlu kita analisa apakah bisa dinaikkan menjadi suatu tindak pidana atau tidak. Karena alat bukti petunjuk dan keterangan dari para saksi-saksi itu, sangat penting untuk bisa atau tidaknya kasus ditetapkan sebagai tindak pidana," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tinton mengungkapkan, jika ada korban lain yang merasa dirugikan, diimbau untuk datang ke Polresta Malang Kota dan melakukan pelaporan.

"Silakan untuk korban kami tunggu, kami siap untuk siapapun yang mengadu. Akan kami terima dan kami pelajari serta kami proses apapun itu. Kami baru beberapa menerima, dan masih dalam pendalaman kami," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved