Breaking News:

Berita Magetan

Puluhan Ijazah Siswa SMA Negeri di Magetan Ditahan, Belum Lunasi Administrasi

Memprihatinkan, SMAN 1 Plaosan, Magetan menahan puluhan ijazah siswa karena belum bisa lunasi administrasi sekolah

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
SMAN 1 Plaosan, Kabupaten Magetan walau berada di lereng gunung Lawu, tapi sarana dan prasarana pendidikannya memadai. Meski begitu setelah di kelola provisi pengawasan kendor, terbukti ada penahanan puluhan ijazah, karena siswa belum melunasi administrasi. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Memprihatinkan, SMAN 1 Plaosan, Magetan menahan puluhan ijazah siswa karena belum bisa lunasi administrasi sekolah.

Penahanan ijazah terpaksa dilakukan sebagai jaminan, dan siswa hanya diberi foto copy ijazah.

"Banyak ijazah yang kita tahan, karena siswa bersangkutan belum lunasi administrasi sekolah. Ada kalau 20 ijazah, tapi bukan tahun 2021 ini saja. Untuk kepentingan siswa mencari kerja atau melanjutkan kejenjang sekolah lebih tinggi, kami beri ijazah foto copy,"kata Kepala SMAN 1 Plaosan, Kabupaten Magetan Maskuntadi, ketika dikonfirmasi Surya terkait penahanan ijazah Valerio siswa setempat yang barusan lulus dari SMAN 1 Plaosan.

Awalnya, Maskuntadi menerangankan kalau siswa atasnama Valerio belum melunasi administrasi sekolah, karena ada kekurangan administrasi, ijazah Valerio terpaksa ditahan untuk jaminan.

Kalau sudah melunasi adminitrasi, ijazah kita serahkan seperti siswa lain yang tidak ada tanggungan tunggkan administrasi di sekolah.

"Kalau pun ada tarikan sekolah, itu sudah menjadi kesepakatan orangtua dengan Komite sekolah, sekolahan tinggal melaksanakan kesepakatan orangtua wali murid dengan Komite Sekolah itu. Jadi bukan sekolah yang melakukan tarikan,"kata Kasek Maskuntadi.

Baca juga: Upaya Maksimal Satgas Covid-19 Tekan Fatality Rate Covid-19 di Nganjuk yang Masih Tinggi

Menurut Kasek Maskuntadi, ijazah siswa yang ditahan sekolah karena belum melunasi administrasi sekolah ada lebih dari 20 ijazah. Semua ijazah yang ditahan kasusnya belum melunasi administrasi sekolah.

"Itu selain tarikan yang bersumber dari Komite, juga uang seragam yang belum lunas sejak klas 10 (1 SMA). Karena sekolah seragam juga beli dengan ngutang di Sasami, Solo,"kata Kasek Maskuntadi.

Terkait penahan ijazah Valerio karena belum menyelesaikan administrasi sekolah sejak klas 10 (1). Tapi semua sudah lunas dan ijazah malah belum diambil.

"Saya tidak tahu, ijazah valerio kok tidak diambil. Padahal administrasi semua sudah lunas. Maksudnya apa, saya tidak tahu. Kok  tahu tahu ada keluarganya yang menanyakan ijazah dan kenaikkan administrasi yang ditagih,"kata Maskuntadi.

Dikatakan Maskuntadi, tagihan yang awal hanya Rp 1200. 000. Setelah tagihan dibayar, tagihan naik menjadi Rp 3200.000 itu karena Valeria sejak klas 10 atau masuk sekolah di SMAN 1 Plaosan Magetan belum pernah bayar uang seragam.

"Iya penagihan awal belum dihitung seragam yang belum dibayar sejak klas 10 saat baru masuk kesekolah ini. Memang tagihan awal hanya Rp 1200.000, uang seragam yang menunggak sejak klas 10 belum terbayar. Kami juga ambil seragam ngebon dulu dari toko kain,"pungkas Maskuntadi di dampingi Wakasek Lahuri ini.(tyo)

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved