Breaking News:

Berita Probolinggo

Pelaksanaan PTM di Kota Probolinggo masih menunggu persetujuan dari Ketua Satgas Covid-19

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Probolinggo masih menunggu persetujuan pelaksanaan PTM dari Ketua Satgas Covid-19.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
ilustrasi. Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Probolinggo masih belum berlangsung.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih menunggu persetujuan pelaksanaan PTM dari Ketua Satgas Covid-19 Kota Probolinggo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Moch. Maskur mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat dengan Satgas Covid-19 untuk membahas PTM beberapa hari lalu.

Selain itu, surat pengajuan pelaksanaan PTM juga telah dikirimkan ke Satgas Covid-19.

"Surat itu sudah naik ke Wali Kota Probolinggo selaku Ketua Satgas Covid-19. Ketua Satgas Covid-19 berwenang dalam memberikan rekomendasi atau izin pelaksanaan PTM. Kami masih menunggu izin itu," katanya kepada Surya (Grup Tribun Jatim Network), Senin (23/8/2021).

Maskur menyebut, seluruh lembaga sekolah, yakni Paud, TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta sudah menyiapkan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan.

Baca juga: Kota Probolinggo Berhasil Meraih Penghargaan Kota Layak Anak 2021 Kategori Nindya

Tak hanya itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) rampung disusun oleh masing-masing lembaga sekolah dengan mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri Tentang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas.

Saat ini, seluruh guru mulai Paud hingga SMP negeri dan swasta se-Kota Probolinggo sudah menerima vaksin. Sedangkan, vaksinasi bagi remaja atau pelajar masih berlangsung.

"Lembaga sekolah terbilang sudah siap melaksanakan PTM. Sehingga begitu Ketua Satgas Covid-19 mengizinkan, PTM bisa langsung dilaksanakan sesuai SOP dan protokol kesehatan yang ketat," paparnya.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan bahwa pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan wilayah PPKM level 1-3 dapat dilakukan melalui PTM terbatas dan/atau PJJ.

Hal itu sesuai dengan pengaturan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri; yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Sementara Kota Probolinggo merupakan salah satu wilayah yang masuk PPKM level 3.

"Karena izin PTM belum turun, lembaga sekolah tetap menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) alias belajar daring," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved