Breaking News:

Berita Jatim

Petani Jawa Timur: Meski Alami Dinamika Harga, Porang Masih Tetap Menguntungkan

Petani Jawa Timur: Meski alami dinamika harga, porang masih tetap menjanjikan. Selain ada budi daya, tumbuh juga usaha pengolahan porang skala kecil.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat melihat langsung porang hasil tanam petani di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian saat ini terus mendorong pengembangan porang sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia, karena memiliki potensi dan nilai yang sangat besar, serta tingginya permintaan porang di pasar ekspor.

Meningkatnya penanaman porang saat ini di berbagai daerah dipicu oleh naiknya minat petani bercocok tanam porang, karena adanya tingkat keuntungan yang memadai, berkembangnya industri olahan berbahan baku, serta didukung oleh kesesuaian lahan.

Terkait harga, komoditas porang terbilang dinamis dalam jangkauan wajar, dan tergantung dengan mekanisme pasar (supply and demand).

Harga porang yang saat ini mengalami penurunan mulai mengalami kenaikan. Terlebih, pada tahun 2020 lalu, harga porang pernah sesekali tinggi, karena gejolak harga.

“Memang kondisi harga porang di lapangan saat ini Rp 6.000 tapi sudah mulai naik lagi di angka Rp 6.500 per kilogram. Beberapa tahun lalu pernah harga mencapai Rp 4.000, juga pernah Rp 2.500 bahkan pernah rendah hingga Rp 600 per kilogram,“ ujar petani porang Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Yoyok Triono, Senin (23/8/2021).

Sudah menjadi petani porang sejak tahun 2010, Yoyok mengungkapkan bahwa saat ini banyak petani baru, khususnya petani porang yang berharap keuntungan yang besar sehingga harapannya terhadap komoditas porang juga tinggi.

“Meskipun ada dinamika harga, tanaman porang dibandingkan dengan tanaman pangan lain maupun palawija memang masih lebih menguntungkan," terangnya.

Yoyok berharap harga porang ke depan stabil.

Baca juga: BRI Kucurkan KUR Rp 58,3 Miliar Demi Dukung Kesejahteraan Petani Porang di Madiun

Menurutnya, salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menjaga harga porang agar tetap stabil adalah dengan menunda masa panen ke masa panen berikutnya sehingga keuntungan dan hasilnya akan menjadi lebih besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved