Breaking News:

Berita Kabupaten Kediri

Bantu Pulihkan Ekonomi, Bupati Kediri Hanindhito Bagikan Ratusan Alat Pertanian pada Petani

Bantu pulihkan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana membagikan ratusan alat pertanian pada petani di Grogol.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat bagikan alat pertanian di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Selasa (24/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri bagikan ratusan bantuan alat pertanian untuk petani di Kecamatan Grogol, Selasa (24/8/2021).

Pembagian bantuan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi karena pandemi Covid-19 (virus Corona).

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Bup, hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. 

Ratusan bantuan berupa alat dan mesin pertanian telah dibagikan kepada kelompok petani yang tersebar di Kabupaten Kediri. 

Secara simbolis, bantuan-bantuan untuk kelompok petani diberikan oleh Mas Bup. Yang berupa, traktor roda empat, APPO (Alat Pengolah Pupuk Organik), pompa submercible, dan pompa air.

Agenda tersebut dilaksanakan di Lapangan Desa Cerme, Kecamatan Grogol.

“Sesuai arahan bapak presiden dalam pemulihan ekonomi nasional ini bahwa presiden meminta untuk setiap pemerintah, baik kabupaten dan kota untuk segera mencairkan dana-dana yang sifatnya bantuan, karena itu sangat-sangat dibutuhkan di masyarakat,” ungkap Putra Menseskab Pramono Anung itu.

Baca juga: Mujahadah Kubro di Ponpes Kedunglo Kediri Digelar secara Virtual, Satpol PP Sebut Sesuai Peraturan

Masih kata Mas Bup, untuk Kabupaten Kediri, banyak yang memiliki embrio petani potensial untuk dikembangkan.

“Seperti di Desa Sekar Putih, Semen, mereka sudah sadar akan tani organik, cuman saya lihat ini perlu ada sentuhan lagi dari pemerintah supaya mereka bisa mandiri. Karena tani organik ini bisa dikatakan susah-susah gampang. Tergantung passion atau tidak dari petaninya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu selain tani organik dari Desa Sekar Putih, di lereng Gunung Wilis, tepatnya Desa Jugo Kecamatan Mojo juga punya ikon kopi. 

Kopi yang menjadi ikon nanti itu memiliki jenis arabika dimana ditargetkan 3 tahun mendatang bisa masuk pasar ekspor.

“Nanti kita (Pemerintah Kabupaten Kediri) akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Itu targetnya tiga tahun kita akan melakukan ekspor kopi ke luar negeri,” imbuh Hanindhito Himawan Pramana.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemerintah Kabupaten Kediri sudah menurunkan tim untuk mengembangkan kopi arabika tersebut. 

“kita sudah menurunkan tim ke sana untuk mengecek kondisi kesuburan tanah dan peta update tanah,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved