Breaking News:

Berita Pasuruan

Hari Pertama PTM Terbatas, Guru dan Siswa di Pasuruan Kompak Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

Puluhan guru dan perwakilan siswa Sekolah Dasar Islam KHA Wahid Hasyim Bangil menggelar tasyakuran di hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terba

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Guru dan perwakilan siswa SD Islam KHA Wahid Hasyim Bangil menggelar tasyakuran dan doa bersama. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Puluhan guru dan perwakilan siswa Sekolah Dasar Islam KHA Wahid Hasyim Bangil menggelar tasyakuran di hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Selasa (24/8/2021) pagi.

Tasyakuran ini adalah menjadi bentuk wujud syukur para guru dan siswa karena diperbolehkan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah sekalipun terbatas dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat.

Choiron Selamet, Kepala Sekolah SD Islam KHA Wahid Hasyim Bangil mengatakan, sesuai dengan ajaran agama islam, segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT harus disyukuri.

"Kami mensyukuri karena setelah setahun tidak diperbolehkan ke sekolah karena situasi pandemi COVID-19, akhirnya hari ini boleh beraktivitas lagi meskipun ada kebiasaan baru yakni tetap disiplin prokes," katanya.

Disampaikannya, selain tasyakuran mensyukuri dibukanya kembali kegiatan di sekolah, dalam kesempatan ini guru dan siswa diajak berdoa bersama agar selalu diberikan kekuatan, kesehatan.

"Kami juga berdoa agar kami para guru dan siswa diberikan keselamatan dan kesehatan. Mudah - mudahan, situasi bisa kembali normal, sekolah bisa kembali seperti dulu tanpa ada batasannya," paparnya.

Menurut dia, selama PTM terbatas ini, pihaknya juga membentuk tim satgas tingkat sekolah yang bertugas untuk mengawasi siswa - siswa yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Akan diingatkan jika berkerumun, tidak pakai masker dan lain sebagainya. Kami akan terus edukasi siswa untuk mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan bersama," tambahnya.

Pengasuh Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Gus Wildan berharap,PTM terbatas ini menjadi penanda kebangkitan dunia pendidikan setelah setahun lebih hanya mengandalkan pembelajaran jarak jauh.

"Pembelajaran ini bukan hanya soal akademik tapi juga akhlak. Dan akan kesulitan ketika pembelajaran daring. Saya berharap, mudah- mudahan PTM ini diperbolehkan terus sekalipun harus dengan prokes ketat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved