Berita Tulungagung

Tulungagung Mulai Gunakan Vaksin Moderna untuk Masyarakat Umum, Khusus Kecamatan dengan Kasus Tinggi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mulai menyuntikkan vaksin Covid-19 Moderna untuk masyarakat umum.

Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/David Yohanes
Vaksinasi di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mulai menyuntikkan vaksin Covid-19 Moderna untuk masyarakat umum.

Vaksin ini sebelumnya dikhususkan suntikan ketiga bagi tenaga medis sebagai booster antibody.

Pada tahap awal Dinkes Tulungagung menerima 5.826 dosis untuk tenaga kesehatan.

Lalu para kiriman tahap dua, Dinkes Tulungagung menerima 6.000 dosis vaksin moderna.

Vaksin itu langsung dibagi dua dosis untuk suntikan satu dan dua, sehingga bisa dipakai untuk 3.000 orang.

“Lewat kajian epidemiologi, akhirnya dikhususkan bagi desa atau kecamatan dengan kasus tertinggi,” terang Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Didik Eka, Selasa (24/8/2021).

Dinkes akhirnya memutuskan vaksin Moderna ini diberikan untuk Kecamatan Kedungwaru dan Kecamatan Gondang.

Dua kecamatan ini saat ini mempunyai kasus penambahan pasien tertinggi di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Dari rencana 3.000 sasaran vaksinasi, kembali dibagi dua masing-masing kecamatan mendapatkan 1.500 alokasi.

“Jadi desa-desa lain atau kecamatan lain jangan iri karena dua kecamatan ini mendapat alokasi lebih banyak. Karena kasusnya saat ini memang tinggi,” ungkap Didik.

Didik meyakinkan, setiap kecamatan nantinya akan mendapatkan jenis vaksin yang sama.

Proses vaksinasi ini didahului dengan sosialisasi seputar efektivitas vaksin dan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Sebab vaksin ini dikenal dengan KIPI yang cukup keras, mulai dari demam hingga menggigil.

“Kami tidak ingin ada dusta di antara kita. Semua kami sampaikan,  mulai dari manfaat sampai KIPI yang mungkin akan dialami warga,” ujar Didik.

Dari 5.826 nakes yang disiapkan untuk menerima suntikan vaksin Moderna, saat ini baru terlaksana 15 persen.

Masih menurut Didik, KIPI vaksin ini memang cukup keras sehingga para Nakes tidak mungkin disuntik bersamaan.

Pihaknya menjadwal para Nakes secara bergilir menerima suntikan vaksin, agar layanan kesehatan tetap bisa jalan.

“Kami jadwal setiap jumat, lalu mereka bisa istirahat di Sabtu dan Minggu. Harapannya Senin sudah bisa kembali bekerja,” tandas Didik. (David Yohanes)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved