Breaking News:

Berita Jatim

Capaian Realisasi Investasi Jatim Semester I Tahun 2021 Tembus Rp 34,8 T, Didominasi Sektor Mamin

Capaian realisasi investasi Jawa Timur semester I tahun 2021 tembus Rp 34,8 triliun, didominasi sektor makanan dan minuman.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur, Aris Mukiyono, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Capaian realisasi investasi Provinsi Jawa Timur hingga semester satu, yaitu dari bulan Januari hingga Juni 2021 mencapai Rp 34,8 triliun.

Capaian ini juga terdorong oleh pertumbuhan investasi yang positif sebesar 4,3 persen pada triwulan dua tahun 2021. 

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aris Mukiyono mengatakan, capaian investasi Jawa Timur semester satu sebesar Rp 34,8 triliun menyumbangkan kontribusi 7,9 persen investasi nasional. 

“Kami berharap sesuai rencana kerja dan target kami di tahun 2021 ini, Jatim akan mampu merealisasikan investasi sebesar Rp 65 triliun. Semoga target ini bisa direalisasikan hingga akhir tahun,” tegas Aris, Rabu (25/8/2021).

Lebih lanjut ia menyampaikan, selama semester 1 tahun 2021 ini, realisasi investasi Jawa Timur masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yaitu sebesar 23,9 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Asing di Jatim terealisasi Rp 10,9 triliun di semester satu tahun ini.

Dilihat dari sektornya, untuk PMDN dan PMA yang paling dominan adalah industri makanan dan minuman (mamin) sebesar Rp 9 triliun, kemudian disusul dengan sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan realisasi sebesar Rp 8 triliun, sektor perumahan dan kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 3,7 triliun, sektor industri kimia dan farmasi sebesar Rp 2,6 triliun, dan sektor industri kertas Rp 2,2 triliun, dan sektor lain-lain sebesar Rp 9,2 triliun.

Uniknya, untuk PMA yang mendominasi juga makanan dan minuman. Yang memberikan 50 persen kontribusi PMA adalah Nestle yang merealisasikan investasi 3,6 triliun di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo

Jika dipetakan realisasi capaian investasi Jatim berdasarkan lokasi, baik untuk PMA dan PMDN yang tertinggi masih ada di Kota Surabaya dengan realisasi investasi Rp 10,5 triliun, kemudian Pasuruan sebesar Rp 5 triliun, Gresik Rp 4,7 triliun, Sidoarjo Rp 4,4 triliun, Kediri Rp 1,6 triliun, dan lain-lain Rp 8,6 triliun.

Baca juga: RSUD dr Soetomo Luncurkan Mobil Ambulance Darurat, Siap Jemput Pasien Jantung di Jawa Timur

“Dari data semester satu ini, memang PMA masih butuh kita genjot, maka kita harus sama-sama sepakat bahwa permasalahan investasi bukan hanya permasalahan provinsi, melainkan juga butuh bantuan dari kabupaten/kota. Sehingga yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mempromosikan dan meyakinkan calon investor untuk mau berinvestasi di Jatim,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved