Breaking News:

Berita Madura

Masa Tunggu Haji di Kabupaten Sumenep Capai 32 Tahun

Masa tunggu atau antrian keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Sumenep mencapai 32 tahun, terhitung sejak awal mendaftar

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
istimewa
Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Innani Mukarromah. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Masa tunggu atau antrian keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Sumenep mencapai 32 tahun, terhitung sejak awal mendaftar.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Innani Mukaromah.

"Antrian keberangkatan haji sekitar 32 Tahun, hal itu berdasarkan keputusan pusat yang disesuaikan dengan jumlah umat muslim di masing-masing provinsi,"  kata Innani Mukaromah pada hari Rabu (25/8/2021)

Kabupaten Sumenep ini katanya, mendapat ketentuan masa tunggu pemberangkatan hingga 32 tahun karena umat muslim terbilang banyak.

"Hitungannya satu perseribu penduduk muslim. Dan di Jatim umat muslimnya diperkirakan lebih banyak daripada wilayah lain," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, bahwa di Indonesia yang memiliki jangka waktu hingga 31 tahun masa tunggu pemberangkatan jemaah haji sejak mendaftar yakni provinsi Jawa Timur, NTT dan Bali.

"Karena wilayah tersebut muslimnya terbanyak dan pembagian itu dihitung per provinsi," tambahnya.

Baca juga: Penyebab Soekarno Marah Besar ke Cakrabirawa Perkara Gadis Amerika di Istana: Intel Kita Kebobolan

Sementara untuk pendaftaran jemaah haji tahun 2021 masih ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan. Menurutnya, karena masih dalam penerapan PPKM Jawa-Bali yang berlangsung hingga sekarang.

"Dari itulah kita tetap sabar untuk keputusan ini, karena keselamatan bersama menjadi prioritas," tambahnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau bagi CJH yang mengalami penundaan pemberangkatan pada tahun 2020 untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19.

"Karena dikhawatirkan saat pemberangkatan, sertifikat vaksin menjadi syarat. Jika semua sudah divaksin, hanya tinggal berangkat saja ke tanah suci Mekkah," jelasnya.

Vaksin merupakan langkah preventif untuk meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah penularan Covid-19.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati dan itu hanya antisipasi saja. Kalau itu menjadi syarat, mereka hanya langsung berangkat dan tidak khawatir mencari vaksin," tuturnya.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved