Breaking News:

Berita Trenggalek

Pastikan Warganya Aman, Bupati Trenggalek Mas Ipin Pantau Langsung Blasting Bendungan Bagong

Pastikan warganya aman, Bupati Trenggalek Mas Ipin memantau langsung blasting Bendungan Bagong. Mas Ipin juga memimpin peledakan bebatuan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Lokasi blasting Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memantau peledakan bebatuan atau blasting proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bagong, Rabu (25/8/2021).

Tak hanya memantau, bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu juga memimpin proses blasting yang sebelumnya sempat tertunda akibat insiden terhempasnya bebatuan dampak ledakan hingga ke rumah warga di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan.

Pantauan TribunJatim.com, proses blasting berlangsung aman.

Hempasan batu atau flying rock hanya berada di sekitar lokasi titik bebatuan yang diledakkan.

“Kami awasi langsung SOP (Standar Operasional Prosedur) yang diterapkan oleh pihak ketiga. Saya tadi memimpin peledakan, disaksikan oleh warga juga, dan semua berjalan aman,” kata Mas Ipin.

Ia berharap, pihak ketiga yang menjalankan peledakan tetap menerapkan SOP yang sama pada proses blasting selanjutnya.

Ia juga meminta pihak kontraktor menyediakan penutup telinga (ear plug) untuk warga agar tak kaget saat proses peledakan dilakukan. Selain itu, warga sekitar lokasi peledakan juga harus dievakuasi.

“Warga juga menyampaikan bahwa telah memberi restu (pelanjutan peledakan). Jadi saling mengayomi saja. Terkait hal-hal terknis soal permukiman kembali, semua sudah diproses,” sambungnya.

Baca juga: Bantu Warga Isolasi, Kontraktor Bendungan Bagong di Trenggalek Salurkan Bantuan Tabung Oksigen

Sementara itu, Project Manager PT PP Jatiwangi Kso Bendungan Bagong, Lilik Malikhi Anta, mengatakan, pihaknya telah meningkatkan keamanan proses peledakan lanjutan pascainsiden.

“Kami sudah memasang pagar, juga kami tutupi dengan selimut blasting. Kami kurangi juga untuk bahan peledaknya. Sehingga sangat aman dan getarannya tidak dirasakan,” kata Lilik.

Pada hari itu, peledakan hanya berlangsung sekali di 16 titik. Berdasarkan rencana kerja kontraktor, proses peledakan masih akan berlangsung beberapa kali hingga 2 bulan ke depan.

“Nanti kami jadwalkan lagi. Kami target dalam dua bulan ini harus selesai. Nanti kami jadwalkan lagi, mungkin per dua hari atau per tiga hari sekali,” ujar dia.

Lilik menjelaskan, proses blasting perlu dilakukan karena beberapa titik lokasi pembangunan memiliki struktur bebatuan keras.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved