Breaking News:

Berita Persebaya Surbaya

Pelatih Elite Pro Academy (EPA) Persebaya: Pemain Butuh Sarana Berkompetisi

Rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 2021-2022 disambut positif insans sepak bola, salah satunya Mat Halil, pelatih Elite Pro Academy (EPA) Persebaya.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Taufiqur Rohman
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pelatih tim Elite Pro Academy (EPA) Persebaya U-18, Mat Halil, saat mengamati pemain yang sedang mengikuti seleksi tim Bajul Ijo Muda untuk musim 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 2021-2022 disambut positif insans sepak bola, salah satunya Mat Halil. Eks bek Persebaya Surabaya ini merasa senang.

Halil yang kini tercatat sebagai pelatih Elite Pro Academy (EPA) Persebaya ini berharap Liga 1 dan liga level bawahnya bisa bergeliat memulai kompetisi.

Menurut Halil, kompetisi menyangkut hajat hidup banyak pemain dan berhentinya Liga betimbas keuangan klub sepak bola selama dua tahun tidak diselenggarakan kompetisi di Indonesia.

"Seperti mengelola keuangan karena secara materi selama ini kacau tidak ada pemasukan. Jadi klub juga kasihan, sudah membeli pemain tapi liga ditunda. Bahkan imbasnya juga menyasar usia dini," kata Halil.

Di sela-sela kegiatannya melatih pemain usia muda di lapangan El Faza, Ketintang Barat, Surabaya, Halil mengaku terhentinya kompetisi sangat berpengaruh ke jenjang pembinaan di bawahnya.

Baca juga: Tampil Apik di Laga Pramusim Madura united, RD Enggan Terburu-buru Nilai Kualitas Ronaldo Kwateh

"Contohnya Elite Pro Academy, dua tahun tidak ada aktivitas. Ada pemain yang berlatih mandiri. Tapi tidak maksimal," keluh Halil.

Guna menjaga kondisi pemain muda pada saat tidak ada kompetisi, lanjut Mat Halil, pihaknya membentuk mini turnamen yang diikuti 5 sampai 6 tim. Namun, kondisi itu berbeda dengan Elite Pro Academy.

"Di Elite Persebaya belum ada persiapan sama sekali. Mungkin dengan banyaknya 20 klub yang masih latihan semua. Dari situ kami bisa mencari pemain dengan kondisi fisiknya tidak terlalu buruk. Cuma mentalnya harus ditempa kompetisi," ucapnya.

Mantan bek kiri Persebaya ini meminta, PSSI perlu memutar kompetisi kelompok umur (KU) yang diikuti pemain U-16, U-18, dan U20.

Halil menambahkan, berdasarkan info yang ia dapat, akan ada Piala Soeratin, dengan kategori pemain U-17, U-13 dan U-15.

"Mudah-mudahan diputar kompetisinya,karena anak-anak juga butuh sarana berkompetisi. Tetap patuhi protokol kesehatan yang dirancang PSSI sama pengurus klub masing masing," ungkapnya.

"Sangat berpengaruh 2 tahun tidak ada kompetisi dimana usia mereka cocok untuk bermain tapi sayangnya mereka harus melewatinya karena pandemi. Jadi tidak bisa bermain. Akhirnya pemain yang berpotensi bagus malah sia sia," sambungnya.

Meskipun demikian, untuk usia dini masih bisa diatasi lantaran banyak kompetisi di kelasnya masing-masing. Hanya saja sifatnya tidak resmi. Disamping itu, bentuk latihan yang diberikan adalah mengenalkan cara bermain sepak bola.

"Kami kasih supaya ketika nantinya dipilih Persebaya hingga promosi ke tim senior, anaknya tidak canggung," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved