Breaking News:

Berita Madura

Pemkab Sampang dan SKP Kelas II Bangkalan Lakukan Pemetaan Komoditas Ekspor, Ungkap Potensi Mente

Pemkab Sampang dan SKP Kelas II Bangkalan lakukan pemetaan komoditas ekspor, ungkap soal potensi mente, yang masih jarang di kabupaten lain.

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Hanggara Syahputra
Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Bangkalan saat berkunjung ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sampang, Selasa (24/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanggara Syahputra

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melakukan pemetaan komoditas ekspor bersama Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Bangkalan, Selasa (24/8/2021).

Kepala DPKP Sampang, Suyono menyambut baik program pemetaan potensi ekspor produk pertanian yang dilakukan oleh SKP Kelas II Bangkalan.

Diharapkan ini akan menjadi gerbang bagi potensi komoditas pertanian di Kabupaten Sampang untuk naik kelas ke tingkat ekspor.

Suyono mengatakan, ada beberapa hal yang ditanyakan, mulai dari aturan dan menaknisme yang perlu dilengkapi untuk melakukan ekspor suatu produk pertanian.

Di Kabupaten Sampang sendiri ada beberapa produk pertanian yang hasil panennya melimpah, seperti jagung yang penyebaran lahannya luas.

Kemudian bawang merah di area Kecamatan Sokobanah.

Selain itu, ada komoditas unggulan seperti melon yang hingga saat ini terus berkembang hasil produksinya.

"Termasuk mente sekitar 2.571,9 ton setiap panen setahun sekali di daerah Pantura Sampang," ujarnya.

Baca juga: Terungkap Identitas Pelaku Pembacokan di Depan Kantor Polsek Ketapang Sampang

Sedangkan dari hasil diskusi bersama, potensi pertanian yang lebih mudah ke arah ekspor adalah mente karena masih jarang komoditas tersebut ada di kabupaten lain.

"Planning kami ke depan semoga Kabupaten Sampang bisa menjadi penopang ekspor," harapnya.

Sementara itu, Kepala SKP Kelas II Bangkalan, Agus Mugiyanto menyampaikan, saat ini Kementerian Pertanian memiliki program peningkatan tiga kali ekspor (Gratieks) serta program ekspor produk pertanian tiap kabupaten.

"Untuk mensukseskan hal tersebut tentu butuh sinergi seluruh pihak, Madura utamanya Sampang memiliki PR bagaimana itu bisa terealisasi nanti dengan kerja sama berbagai unsur," katanya.

Dijelaskan, langkah awal setelah dilakukan pemetaan yaitu melakukan pembuatan Surat Keputusan (SK) Tim Gugus Tugas yang akan memfasilitasi peningkatan ekspor.

"Karena di Sampang dan Madura belum ada pelabuhan internasional, maka jika ada komoditas yang layak nantinya Kabupaten Sampang bisa menopang ekspor dengan terlebih dahulu dikirim melalui Surabaya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved