Breaking News:

Percepat Pencegahan Sebaran Covid-19 di Sektor Industri, Disperindag Jawa Timur Terus Dorong IOMKI

Perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri Jawa Timur didorong terapkan protokol kesehatan. Begini kata Kepala Disperindag Drajat Irawan.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
(dua dari kanan) Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan ketika melakukan pemantauan IOMKI di PT. Mahesi Agri Karya Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus berupaya mendorong perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri yang berada di Jawa Timur untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ) di sektor industri tersebut selaras dengan semangat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk memastikan sektor industri di Jawa Timur (Jatim) tetap dapat beroperasi namun dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Kepala Disperindag Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan, telah ada pedoman bagi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri dalam melaksanakan operasional dan mobilitasnya ditengah pandemi Covid-19.

Terutama ketika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Baca juga: Kejar Tercapainya Herd Immunity, Alumni Akpol 1994 Gelar Vaksinasi Covid-19 dan Pembagian Bansos

Pedoman tersebut dihadirkan sesuai dengan amanat Surat Edaran (SE) Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 tentang izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Kemudian, juga sesuai dengan SE No. 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Masyarakat Covid-19 serta Inmendagri No 34 Tahun 202 terkait pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 di wilayah Jawa – Bali.

"Ijin IOMKI dilakukan selama masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19, sehingga perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya sepanjang memiliki IOMKI.

Jadi, berdasarkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengajuan Permohonan IOMKI, perusahaan industri atau perusahaan kawasan industri dapat mengajukan permohonan IOMKI melalui portal Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Namun, sebelumnya perusahaan harus memiliki akun SIINas terlebih dahulu, serta Izin Usaha dengan KBLI di bidang industri," jelas Drajat pada TribunJatim.com, Rabu (25/8/21).

Baca juga: Zona Merah di Jawa Timur Tersisa 4 Daerah, Gubernur Khofifah Indar Parawansa Ingatkan Jangan Lengah

Tak hanya itu saja, kata Drajat, perusahaan yang telah memiliki IOMKI juga wajib untuk melakukan pelaporan kegiatan termasuk penerapan protokol kesehatan.

Dimana hal tersebut sesuai dengan SE Menperin No. 08 tentang Kewajiban Pelaporan Bagi Perusahaan yang memiliki IOMKI dan SE Menperin No. 697 tahun 2020 tentang Kewajiban Penerapan Protokol Kesehatan.

“Pelaporan ini diharapkan dapat menjadi instrumen monitoring terkait penerapan protokol kesehatan di perusahaan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di lingkungan industri,” pungkasnya.

Berita tentang Jawa Timur

Berita tentang virus Corona

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved