Breaking News:

Berita Kota Batu

Puluhan Anak di Kota Batu yang Menjadi Yatim Piatu Akibat Covid-19 Diusulkan Dapat Beasiswa

Puluhan anak di Kota Batu yang menjadi yatim piatu akibat orangtuanya meninggal karena Covid-19 diusulkan dapat beasiswa.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari saat ditemui Tribun Jatim Network, Selasa (6/7/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari mengusulkan 29 anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 (virus Corona) mendapat beasiswa untuk pendidikan mereka.

Khamim mengaku mendapatkan informasi mengenai jumlah anak-anak yang ditinggal orangtuanya tersebut dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu. 

“Data sementara ada sejumlah 29 anak di Kota Batu yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19,” katanya, Rabu (25/8/2021).

Khamim merinci, ada tiga anak berusia 1 hingga 5 tahun, 11 anak berusia 6 hingga 12 tahun yang sedang sekolah di SD. Kemudian 11 anak lainnya berusia 13 sampai 15 tahun yang sekolah di SMP. 

“4 anak berusia 16 hingga 18 tahun sekolah SMA,” kata Khamim.

Anak-anak yang menjadi yatim atau piatu tersebut tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Batu berjumlah 12 anak, Kecamatan Bumiaji 11 anak, dan Kecamatan Junrejo 6 anak. 

“Informasinya, 12 anak yatim, 14 anak piatu dan 3 anak yatim piatu,” paparnya. 

Khamim mendorong agar Pemkot Batu memberikan perhatian kepada anak-anak tersebut. Pasalnya, mereka harus melanjutkan sekolah. Anggaran bisa diambilkan melalui Dinas Pendidikan. 

Baca juga: Pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama Lindungi Seluruh Pekerja di Kota Batu

“Ini menjadi permasalahan tersendiri bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Apalagi sesuai UUD 1945 diterangkan bahwa anak-anak yang kurang beruntung merupakan tanggung jawab negara,” ujarnya. 

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengharapkan Pemkot Batu mengajukan anggaran dalam pembahasan KUA PPAS 2022. 

“Tujuan utamanya, supaya siswa yang ditinggalkan orang tuanya akibat Covid-19 bisa terbantu,” terangnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih saat dikonfirmasi mengatakan, per 25 Agustus 2021 ada 61 anak jenjang SD dan SMP yang terdata kehilangan orang tuanya akibat Covid-19. Data tersebut masih terus berproses. Pendataan tersebut berkaitan untuk membantu biaya pendidikan mereka. 

“Untuk menjamin pendidikan mereka, beasiswa tersebut akan dianggarkan pada P-APBD/PAK 2021. Kami akan usulkan beasiswa bagi mereka di PAK. Saat ini kami masih menunggu jadwal hearing dengan tim anggaran dan badan anggaran. Sekarang kita sedang mendata,” kata Eny. 

Sementara Kepala Dinas DP3AP2KB, MD Furqon belum bisa dimintai keterangan mengenai kondisi dan data anak-anak semenjak pandemi Covid-19 melanda Kota Batu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved