Breaking News:

Berita Bisnis

4.115 Perusahaan Industri Jatim Kantongi Izin IOMKI, Disperindag: Jika Langgar Prokes 'Bisa Dicabut'

Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 terus dipantau secara konsisten oleh Disp

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim/Fikri Firmansyah
Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan ketika melakukan pemantauan IOMKI di salah satu perusahaan industri yang ada di Jatim. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 terus dipantau secara konsisten oleh Disperindag Jatim.

Terlebih, IOMKI adalah pedoman wajib bagi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri dalam melaksanakan operasional dan mobilitasnya ditengah pandemi Covid-19, terutama ketika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Pedoman ini sendiri dihadirkan sesuai dengan amanat Surat Edaran (SE) Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021.

Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan mengatakan hingga per tanggal 23 Agustus kemarin, telah ada lebih dari 4.115 IOMKI telah diterbitkan di Jawa Timur dan  IOMKI telah dicabut sejumlah 1529.

"Melihat data tersebut, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan terus mendorong perusahaan agar untuk selalu aktif menyampaikan pelaporan mingguan sesuai kewajibannya," ujar Drajat pada Tribun, Kamis (26/8/21).

Drajat mengungkapkan, menurut jumlah IOMKI berdasarkan kategorinya, terdapat 2.519 industri kritikal (mamin, petrokimia, kimia dan pupuk, farmasi, karet dan plastic) yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan primer serta penanggulangan Covid-19.

Kemudian untuk industri esensial (kayu dan furniture, hasil tembakau, kertas, dan alas kaki) berorientasi ekspor sejumlah 1.596.

Adapun jika berdasarkan persebarannya, 5 besar industri kritikal dan esensial ber-IOMKI terdapat di Kabupaten Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, dan Kota Surabaya.

Sedangkan, hingga saat ini sendiri, jumlah perusahaan industri di Provinsi Jawa Timur yang dapat beroperasi penuh berjumlah 44.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved