Breaking News:

Berita Madura

Kasus Penelantaran Keluarga yang Melibatkan Oknum Polisi di Sampang Memasuki Tahap Penyidikan

Laporan yang dilayangkan NH (45) warga Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, atas dugaan kasus penelantaran keluarga yang dilakukan suaminya DF (35)

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanggara
NH (istri) bersama penasehat hukumnya saat melaporkan DF ke Polres Sampang, Madura, (24/8/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Laporan yang dilayangkan NH (45) warga Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, atas dugaan kasus penelantaran keluarga yang dilakukan suaminya DF (35) tidak lain adalah anggota polisi di lingkungan Polres Sampang memasuki babak baru.

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto mengatakan, saat ini dugaan kasus penelantaran yang dilakukan oleh DH kepada istri dan anaknya sudah memasuki tahap penyidikan.

Dijelaskan, bahwa penanganan kedinasan terhadap DF sudah dilakukan mulai sejak awal yakni, hukuman disiplin oleh Propram Polres Sampang.

Dengan cara penahanan di sel khusus Polisi Polres Sampang.

"Untuk waktu penanganannya saya tidak tahu persis tapi kemarin sudah menjalankan hukuman disiplin," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (26/8/2021).

Selain itu, kata dia upaya mediasi kepada kedua belah pihak sudah dilakukan, bahkan melibatkan Wakapolres Sampang.

Namun, upaya itu gagal lantaran salah satu pihak keluarga tetap ingin mempermasalahkan kasus tersebut.

"Setelah dua sampai tiga dilakukan ya sudah, jadi dikembalikan ke pihak yang bersangkutan," terang AKP Sudaryanto.

Menurutnya, Mediasi itu merupakan upaya dari dinas untuk mendamaikan keduanya agar rujuk kembali.

"Berhubung tidak direspon, maka dilanjut ke Pidana karena dia (DF) jelas tidak memberikan nafkah sebelum ada masa penceraian dengan istrinya," tuturnya.

Baca juga: Sosok Kapolri yang Diberhentikan Soeharto, Bermula Bongkar Perkosaan, Pesan Sang Ibu Bikin Tenang

Akan tetapi, jika di tahap penyidikan ini keduanya ingin berdamai, pihaknya siap memenuhi permintaan itu.

"Tergantung dari pihak pelapor, misalkan nantinya ditengah proses penyidikan memiliki pikiran untuk rujuk kembali, kita berhentikan penyidikannya," pungkasnya.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved