Breaking News:

Berita Kediri

Pemulihan Ekonomi Kota Kediri di Masa Pandemi, Wali Kota Dorong Digitalisasi UMKM

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri telah menggelar rapat internal setelah mengikuti Rakornas secara virtual TPID seluruh Indonesia.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/didik mashudi
Sejumlah produk UMKM Kota Kediri yang sudah masuk ke etalase toko retail modern berjaringan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri telah menggelar rapat internal setelah mengikuti Rakornas secara virtual TPID seluruh Indonesia.

Para rapat itu Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak TPID dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dan memikirkan strategi dalam upaya menumbuhkan perekonomian menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir. 

Diharapkan ada masukan dan saran yang diberikan BPS, BI dan OJK agar perencanaan Pemerintah Kota Kediri bisa tepat sasaran dan diaplikasikan di tahun 2022. 

“Kalau pandemi tidak bisa selesai dalam kurun waktu satu atau dua tahun, bahkan mungkin beberapa tahun, maka kita butuh grand strategi yang harus bisa memotret secara holistik terkait dengan pertumbuhan ekonomi ke depan," ungkapnya, Rabu (25/8/2021). 

Wali Kota juga menyampaikan harus menjadikan rencana tersebut masuk di dalam APBD dan menjadi rencana ke depan sehingga bisa punya penyangga ekonomi.

Diungkapkan, beberapa arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam Rakornas telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri. Di mana UMKM Kota Kediri sudah didorong ke digitalisasi. 

“UMKM sudah kita dorong ke digitalisasi dan masuk ke market place karena memang peluangnya di sana masih besar,” jelasnya. 

Beberapa arahan yang ditekankan Presiden Joko Widodo dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2021 di antaranya, menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga barang-barang utama.

Tim Pengendali Inflasi Provinsi (TPIP) dan TPID tidak hanya fokus mengendalikan inflasi dan deflasi, tapi juga harus pro aktif mendorong sektor ekonomi; serta meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian di masa pandemi saat ini karena sektor pertanian menjadi sektor unggulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved