Berita Surabaya

Sempat Dituduh Jadi Pelaku Penusukan di Balongsari, Pemuda Ini Terima Persekusi di Medsosnya

Kasus penusukan yang menyebabkan seorang pemuda bernama Bagus Hermadi (24) warga Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (19/8/2021) malam lalu

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
net
Ilustrasi kasus penusukan di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus penusukan yang menyebabkan seorang pemuda bernama Bagus Hermadi (24) warga Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (19/8/2021) malam lalu memang sudah diungkap polisi Surabaya.

Polisi menetapkan enam orang pelaku sebagai tersangka, lima ditangkap dan satu di antaranya masih dalam pengejaran.

Salah satu pelaku utama yang menusuk korban itu adalah Bayu Isnanda Anugraha (20) warga asal Nganjuk yang tinghal di Jalan Kedungturi 4 Surabaya.

Namun begitu, saat kasus penusukan dalam proses penyelidikan menyisakan pengalaman kurang menyenangkan bagi Tito Mufli Irmawan (18).

Bagaimana tidak, Tito sempat dituduh menjadi pelaku penusukan salah satu siswa organisasi oencak silat tersebut.

Tuduhan itu dialamatkan netizen melalui akun instagramnya @titomflhirwn_86 .

Tak hanya dituduh, bahkan wajah dan nomor ponselnya juga tersebar ke beberapa sosial media.

Hal itu yang membuat Tito terpikir untuk menempuh jalur hukum.

"Kemungkinan saya tempuh jalur hukum, tergantung restu orang tua karena ini kan pencemaran nama baik," ucapnya, Kamis (26/8/2021).

Pemuda yang juga seorang anggota pencak silat itu juga bercerita, pasca penikaman tersebut, sore hari ia sempat dijemput tim Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

Baca juga: Sosok Kapolri yang Diberhentikan Soeharto, Bermula Bongkar Perkosaan, Pesan Sang Ibu Bikin Tenang

Ia kemudian dibawa ke suatu tempat untuk diinterogasi. 

"Saya Jumat sore dijemput sama polisi pakaian biasa. Diperiksa di Polrestabes Surabaya. Ya saya ceritakan semua kok, wong saya juga tidak kenal sama pelaku," tambahnya.

Tito bahlan mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu oleh petugas kepolisian yang menjemputnya di rumah. 

Saat kejadian penusukan, Tito mengaku  tengah nongkrong di kos temannya yang berada di Jalan Kendangsari Surabaya.

"Saya nongkrong di kos teman saya. Untuk posting snapgram itu temen saya, yang saya foto kemudian tak kasih caption (pergerakan tak harus di publikasikan) seperti begitu niatnya mau belajar kopi itu. Bukan aneh-aneh," ungkapnya.

Menerima persekusi itu, Tito berharap agar kejadian serupa tidak terjadi kepada orang lain. 

Ia juga menyesalkan kejadian ini karena merasa nama baiknya dicemarkan hingga foto dan nomor teleponnya beredar di media sosial tanpa seizinya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved