Breaking News:

Kesejahteraan Ayam untuk Bahan Baku Restoran Cepat Saji di Indonesia Sangat Rendah

World Animal Protection (WAP) menyebut kesejahteraan ayam untuk bahan baku restoran cepat saji di Indonesia sangat rendah.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/World Animal Protection (WAP)
Ilustrasi peternakan ayam 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - World Animal Protection (WAP) meluncurkan penilaian global yang menyelidiki kesejahteraan ayam yang dipelihara untuk daging yang dipasok ke rantai makanan cepat saji terbesar di dunia.

Dengan nama Pecking Order 2021 ini, memberi peringkat restoran cepat saji secara global berdasarkan kinerja dalam komitmen, ambisi, dan transparansi terhadap kesejahteraan ayam dalam rantai pasokan.

"Laporan tahun ini menunjukkan bahwa sebagian besar daging ayam yang disajikan di restoran cepat saji (QSR) terkenal berasal dari ayam yang tinggal di lingkungan sempit dan tandus, lembab dan kadang tanpa sinar matahari, banyak yang menderita kepincangan dan luka kulit," kata Manajer Kampanye Indonesia di WAP, Rully Prayoga, saat webinar, Kamis (26/8/2021).

Lebih lanjut Rully mengatakan, sangat mengecewakan bahwa perusahaan-perusahaan di 'The Pecking Order' mendapatkan begitu sedikit poin di Indonesia.

Sangat mengecewakan bahwa brand-brand restoran cepat saji mendapat skor yang sangat buruk mengingat perusahaan-perusahaan ini telah mendaftar ke Better Chicken Commitment (BCC) di pasar lain.

"Perusahaan-perusahaan ini harus memastikan nilai-nilai mereka selaras secara global dan mengambil langkah untuk meningkatkan kesejahteraan ayam di Indonesia," ungkap Rully.

Restoran cepat saji dan QSR lainnya tidak melakukan apapun untuk kesejahteraan hewan ternak sejak mereka meminta tahun lalu untuk berbuat lebih baik bagi hewan, membuat standar ganda menjadi sangat jelas.

"Mereka adalah perusahaan besar yang memiliki potensi untuk mengubah kehidupan jutaan ayam, dan mereka harus secara aktif mendengarkan konsumen Indonesia," tambah Rully.

Pada tahun 2019, World Animal Protection melakukan penelitian audiens di Indonesia dan menemukan bahwa 9 dari 10 orang memiliki kekhawatiran dengan metode peternakan ayam saat ini dan 76 persen menganggap merek makanan cepat saji bertanggung jawab.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved