Breaking News:

Berita Jatim

Terpukul Pandemi Covid-19, Gapero Jatim: Pelaku Industri Hasil Tembakau Kompak Tolak Kenaikan Cukai

Gapero Surabaya mengatakan pelaku industri hasil tembakau (IHT) amat terpukul karena pandemi Covid-19. Ajukan 2 tuntutan pada Gubernur Jawa Timur.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com
Seorang pekerja sedang memproses pembuatan rokok kretek. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Jawa Timur, Sulami Bahar mengatakan, pelaku industri hasil tembakau (IHT) amat terpukul karena pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

“Sejak pandemi dan kenaikan eksesif tarif sebesar 23 persen, IHT mengalami penurunan. Bahkan, kami sudah sampaikan surat resmi atas nama Gapero Surabaya ke Gubernur Jawa Timur terhadap kondisi IHT ini,” kata Sulami pada TribunJatim.com, Jumat (27/8/21).

Sulami menjelaskan, dalam surat resmi Gapero Surabaya tersebut, ada dua tuntutan yang diajukan oleh para produsen rokok tersebut.

Pertama, pemerintah tidak menaikkan tarif cukai untuk tahun 2022 mendatang.

Baca juga: Peredaran Ratusan Rokok Ilegal Digagalkan Bea Cukai Gresik, Diduga Sempat Kelabuhi Petugas PPKM

Kedua, Gapero mengusulkan untuk tahun fiskal 2023 dan seterusnya, pemerintah menerapkan formula kenaikan tarif cukai IHT berbasis angka inflasi atau angka pertumbuhan ekonomi, atau keduanya.

"Kedua hal tersebut dinilai kami sangat memiliki fungsi vital untuk menjaga kelangsungan IHT," imbuhnya.

Sulami menjelaskan, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya sendiri merupakan asosiasi pabrik rokok yang menjadi bagian dari perkumpulan nasional Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) dan di Jawa Timur ini.

GAPPRI menaungi sedikitnya 90.000 orang pekerja yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved