Breaking News:

Berita Surabaya

Beri pendampingan UMKM pasca pandemi, Kadin Jatim gandeng Bank Mandiri

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur melakukan kerjasama (MoU) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII Jawa 3

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Samsul Arifin
Kadin Jatim
Penandatanganan MoU antara Kadin Jatim dengan Bank Mandiri Regional VIII/Jawa 3 terkait pendampingan bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mulai dari pembinaan hingga pendanaan. 

Selain itu Kadin juga memiliki Rumah Kurasi dan Ekspor Center yang bertugas mempertemukan antara UMKM dengan pembeli dari  luar negeri.

"Target Kadin program ini bisa menyasar pada sekitar 50 persen dari total jumlah UMKM di Jatim yang mencapai 2 juta UMKM. Dan ukuran kesuksesan dari pendampingan ini adalah ketika ada penambahan omset dan tenaga kerja yang dicapai UMKM," ungkap Adik.

Dalam kesempatan yang sama, Regional CEO Senior Vice President  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII/ Jawa 3, I Gede Raka Arimbawa menegaskan bahwa kerjasama ini sebagai wujud komitmen Bank Mandiri untuk mengembangkan UMKM, mulai dari pelatihan, pendampingan, pembiayaan hingga penciptaan market dan go digital bagi UMKM.

"Kami ingin mengolaborasikam dua kekuatan besar ini untuk memajukan UMKM.  Kadin dengan skema Kadin Institute, Rumah Kurasi dan Ekspor Center, dan Bank Mandiri memiliki Rumah BUMN yang selama ini sebagai tangan kami dalam mengembangkan UMKM," ungkap I Gede Raka.

Pelatihan yang akan dilakukan tersebut akan tertahan karena kondisi UMKM tidak semua sama, ada yang sudah bankable dan ada juga yang belum. Untuk UMKM yang sudah bankable, mereka bisa langsung mendapatkan program pendanaan dari Bank Mandiri sementara yang belum akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut terlebih dahulu.

"Ada sekitar 3.800 UMKM yang sudah efektif di Rumah BUMN dan di tahun ini kami menargetkan ada penambahan sekitar 1500 UMKM baru di seluruh Jatim, termasuk yang dari program kerjasama dengan Kadin Jatim ini, sebab  sebenarnya kadang sudah beririsan," beber Gede Raka.

Kondisi UMKM di Jatim saat ini masih terus berjalan, utamanya sektor perdagangan dan pertanian. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit untuk sektor UMKM yang mengalami kenaikan cukup tinggi dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, kredit untuk usaha mikro mencapai Rp 4,2 triliun dan usaha menengah mencapai Rp 3 triliun lebih.

"Untuk tahun ini, kredit untuk usaha mikro hingga Juli sudah mencapai Rp 3,7 triliun dan usaha menengah sudah mencapai sekitar Rp 5 triliun," beber Gede Raka. Kemungkinan besar kredit UMKM di tahun ini akan lampaui tahun lalu. Kalau target awal sampai akhir tahun 2021 mencapai Rp 7,5 trilun, dengan melihat pencapaian sampai Juli, Gede Raka optimistis bisa mencapai Rp 10 triliun.

"Karena perkembangan bisnis lebih membaik Walaupun sempat terhambat PPKM berjilid-jilid," terangnya.

Dalam melakukan pembinaan UMKM ada banyak tantangan karena UMKM memiliki karakteristik berbeda, mulai dari gender atau jenis kelamin, bidang usaha hingga bagaimana pengelolaan keuangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved