Breaking News:

Berita Nganjuk

Seorang Pekerja Serabutan Asal Kediri Disergap Polisi Saat Antar Pesanan Sabu ke Nganjuk

Edarkan narkotikan jenis sabu, SUP (43) pekerja serabutan warga Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri diamankan Resmob Satresnarkoba Polres Ng

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
Kolase Trbinjatim.com/Megapolitan Kompas
Ilustrasi penangkapan tersangka kasus sabu-sabu. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Edarkan narkotikan jenis sabu, SUP (43) pekerja serabutan warga Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri diamankan Resmob Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti satu plastik klip berisi sabu seberat 0,36 gram, sebuah pembungkus, handhpone, dan sepeda motor sebagai sarana transaksi.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat.

Di mana disebutkan di wilayah Kertosono akan ada transaksi narkotika jenis sabu.

"Informasi tersebut langsung dilakukan tindak lanjut penyelidikan oleh Resmob Satresnarkoba Polres Nganjuk," kata Supriyanto, Minggu (29/8'/2021).

Dalam penyelidikanya, dikatakan Supriyanto, Resmob Satresnarkoba berhasil mengetahui pelaku peredaran sabu-sabu di wilayah Kertosono.

Kemudian Resmob Satresnarkoba Polres Nganjuk melakukan penyergapan terhadap tersangka SUP di tepi jalan raya Desa Nglawak Kecamatan Kertosono.

Saat itu juga tersangka SUP langsung dilakukan penggledahan dan ditemukan barang bukti satu poket sabu dalam plastik klip serta barang bukti lain diduga sebagai sarana transaksi.

"Saat itu juga tersangak SUP diamankan bersama barang bukti oleh Resmob Polres Nganjuk," ucap Supriyanto.

Dalam pemeriksaan, ungkap Supriyanto, tersangka SUP mengaku kalau sabu-sabu yang dibawanya tersebut akan diantarkan ke pembelinya di wilayah Kertosono.

Barang haram tersebut didapatkanya dari seseorang yang berada di wilayah Purwoasri Kabupaten Kediri.

"Tersangka atas perbuatanya tersebut terancam dijerat dengan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan tersangka diancam dengan hukuman hingga 20 tahun penjara," tutur Supriyanto.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved