Breaking News:

Berita Malang

Vaksinasi Door to Door, Sebanyak 600 Difabel di Kota Malang Telah Tervaksin

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bersama dengan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang telah menjalankan vaksinasi bagi difabel

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat ditemui TribunJatim.com, Minggu (4/7/2021).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bersama dengan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang telah menjalankan vaksinasi bagi difabel (disabilitas).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekitar 600 difabel yang telah tervaksin.

Jumlah tersebut pun, seperti yang telah Dinsos-P3AP2KB beberkan yakni dari 2.927 difabel, sebanyak 1.696 difabel siap divaksin di Kota Malang.

"Sekitar 600 sudah (tervaksin) dari target 1.000 sekian ya. Untuk vaksin yang digunakan, adalah jenis Sinopharm," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (29/8/2021).

Dirinya menjelaskan untuk pelaksanaan vaksinasi difabel, dilakukan dengan sistem jemput bola. Yakni, dilakukan di setiap puskesmas wilayah masing-masing atau dilakukan di yayasan dengan dampingan dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang.

Baca juga: Dewan Sarankan Dinkes Kota Malang Bentuk Tim Khusus untuk Lakukan Swab di Kampung-kampung

"Door to door itu untuk hal-hal khusus, misalnya untuk difabel itu sudah berjalan juga. Lalu difabel di yayasan, juga sudah terlaksana," tambahnya.

Dirinya mencontohkan, gelaran vaksinasi bagi para difabel yang telah terlaksana seperti halnya yang dilakukan di wilayah Kecamatan Kedungkandang maupun wilayah Kecamatan Sukun.

"Kemarin puskesmas wilayah Kedungkandang mengunjungi difabel. Lalu, wilayah Kecamatan Sukun sudah mengunjungi di Yayasan Bhakti Luhur," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bareng, Kecamatan Klojen, Herlin Kisworini menyebutkan, bahwa di wilayahnya telah dilaksanakan vaksinasi bagi difabel sebanyak dua kali.

"Kami sudah lakukan dua kali. Tapi, ada yang tidak hadir dan ada juga yang terkendala kesehatan juga," terangnya.

Herlin juga menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk pelaksanaan vaksinasi difabel.

"Jadi, bisa dilakukan di wilayah puskesmas atau di wilayah yayasan. Tergantung difabelnya, bisa bergerak apa tidak. Kalau tidak bisa, ya kita ke yayasan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved