Breaking News:

Berita Nganjuk

Masuk PPKM Level 3, Nganjuk Segera Gelar Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas dengan Prokes Ketat

Masuk PPKM Level 3, Nganjuk segera gelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat. Khususnya jenjang SMA/SMK.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat memberikan arahan dalam Rakor Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Saat PPKM Level 3 di Kabupaten Nganjuk, Senin (30/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk memberikan izin kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), khususnya di sejumlah SMA/SMK dan SLB.

Pemberian izin pembelajaran tatap muka tersebut diikuti dengan persyaratan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat dan pembelajaran tatap muka masih dilakukan secara terbatas.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pembelajaran tatap muka dengan penerapan prokes harus dilakukan dengan ketat.

Ini dikarenakan Satgas Covid-19 Kabupaten Nganjuk tidak menginginkan dari kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut muncul klaster Covid-19, terutama varian Delta.

"Kegiatan PTM tidak boleh lengah dengan mengabaikan prokes apapun alasanya, kami tidak ingin ada penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah di Nganjuk," kata Marhaen Djumadi dalam Rakor Pembahasan Kegiatan PTM Terbatas, Senin (30/8/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, saat ini Kabupaten Nganjuk masih berada di PPKM Level 3 dan masih zona merah.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 35 tahun 2021 Kabupaten Nganjuk sudah dapat menjalankan pembelajaran tatap muka secaa terbatas dengan jalankan prokes.

Oleh karena itu, dikatakan Marhaen Djumadi, sosialisasi harus lebih diintensifkan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka dalam PPKM Level 3.

Baca juga: Dinas PMD Nganjuk Kenalkan Aplikasi SIPADES, Kelola Aset Desa Lebih Efisien dan Optimal

Dengan demikian, timbulnya kesalahpahaman di tengah masyarakat bisa dihindari. Apalagai dikhawatirkan timbulnya kesalahpahaman tersebut bisa berdampak pada kembali meningkatkan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

"Makanya, dalam kegiatan PTM ini harus betul-betul hati-hati dan waspada. Tidak boleh mengabaikan prokes ketat," ucap Marhaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, terhitung hingga saat ini setidaknya sudah empat semester tidak ada kegiatan belajar secara fisik di sekolah. Hal itu berdampak pada kejenuhan yang terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Dia menambahkan, dengan adanya kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas tersebut dipastikan akan disambut dengan sukacita oleh siswa, karena bisa kembali belajar di sekolah.

"Kami mengerti akan kondisi kejenuhan anak dan orang tua tersebut. Tapi sekali lagi kami ingatkan untuk tetap waspada dan hati-hati penyebaran virus Corona, apalagi terhadap varian Delta yang sangat cepat penyebaranya," tutur Marhaen Djumadi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved