Breaking News:

OTT KPK di Probolinggo

Pilkades Diduga Jadi Penyebab Bupati Probolinggo Ditangkap KPK, Per Jabatan Kades Seharga Rp 30 Juta

pilkades serentak 2021 lalu adalah diduga menjadi awal cerita dinasti politik di Kabupaten Probolinggo terbongkar.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, dan Hasan Aminuddin, yang merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Politik (Parpol) Nasional Demokrat (NasDem) saat keluar dari Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Warga Probolinggo dibuat geger. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari ditangkap KPK RI karena diduga terlibat kasus jual-beli jabatan.

Lembaga antirasuah kabarnya juga menangkap anngota DPR RI Komisi VIII Hasan Aminuddin. Diketahui, Hasan adalah suami Tantri.

Dalam penggerebakan yang terjadi pada Senin (30/8/2021), kabarnya ada 8 pejabat yang turut diamankan. Mereka ditengarai adalah para camat.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya, pilkades serentak 2021 lalu adalah diduga menjadi awal cerita dinasti politik di Kabupaten Probolinggo terbongkar.

Pada hasil pesta demokrasi itu ada jabatan kepala desa kosong di 25 kecamatan. Diduga kekosongan kursi petinggi desa itu digunakan untuk melakukan praktek jual beli jabatan.

Baca juga: Sejumlah Camat di Probolinggo Ikut Terciduk OTT KPK Bareng Bupati Puput dan Suami

Sekretaris daerah berstatus PNS diangkat menjadi kepala desa PJS (Pengganti Jabatan Sementara) dengan membayar senilai Rp 30 juta.

"Satu Sekdes bisa jadi kepala desa kalau bayar Rp 30 juta," katanya.

Ditengarai, ada sekitar belasan sekretaris desa terlibat dalam dugaan kasus jual beli jabatan. Setidaknya dari praktek tersebut Bupati Tantri telah mengantongi uang tunai sebesar Rp 360 juta.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved