Breaking News:

Berita Kediri

Terungkap Modus Proyek Fiktif Tahun 2019 di Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Dibuat Seolah-olah Ada

Begini modus pejabat KS dalam kasus dugaan korupsi proyek fiktif tahun anggaran 2019.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/farid mukarrom
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kediri Deddy Agus Oktavianto saat menjelaskan detail kasus dugaan korupsi di Dinas Kominfo Kabupaten Kediri Senin (30/8/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kajari Kabupaten Kediri telah menetapkan satu tersangka berinisial KS yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri atas kasus dugaan korupsi proyek fiktif tahun anggaran 2019.

Penetepan tersangka KS ini disampaikan langsung oleh Kajari Kabupaten Kediri Dedy Priyo Handoyo kepada awak media Senin (30/8/2021).

Dalam kasus ini KS diduga ikut terlibat dalam proyek fiktif dengan nilai kerugian mencapai 1,072 miliar rupiah.

Deddy Priyo Handoyo menyampaikan bahwa modus yang dilakukan oleh tersangka KS ini dengan mengadakan proyek fiktif tahun anggaran 2019.

"Kemudian kami menetapkan satu tersangka lagi dengan inisial KS selaku pengguna anggaran pada tahun 2019," ucap Kajari Kabupaten Kediri.

"Untuk pasal yang disangkakan oleh tersangka ini adalah primer pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 undang-undang no 31 tahun 1999, juncto UU nomor tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi," jelas Dedy Priyo.

Sementara itu Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Deddy Agus Oktavianto menambahkan bahwa modus yang dilakukan tersangka KS adalah dengan membuat proyek fiktif.

"Jadi antara tersangka S (Kabid PIP tahun 2019, red) dan KS (PLT Kadis Kominfo Kabupaten Kediri) sepakat membuat beberapa kegiatan seolah - olah itu sudah dilakukan. Tetapi setelah kita lakukan proses penyelidikan, dibuat pertanggungjawaban seolah-olah itu ada," ucapnya.

Untuk kasus ini menurut Deddy Agus Oktavianto bahwa sudah terjadi pada tahun 2019.

"Untuk beberapa detailnya mengenai bulan bisa nanti diikuti dalam proses persidangan," tutur Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kediri.

Ia juga meyakini bahwa dalam kasus ini pihaknya sudah mempunyai alat bukti yang lengkap. 

"Barang yang kita sita ada surat - surat dan beberapa dokumen yang mendukung proses penyidikan. Nanti akan kita lakukan penyitaan lagi jika memang ada fakta yang mendukung proses penyidikan," tandas Deddy Agus Oktavianto.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved