Breaking News:

OTT KPK di Probolinggo

Cerita Tukang Becak yang Mangkal di Depan Rumah Bupati Probolinggo Sebut Tantri dan Suami Orang Baik

Kisah Suhid tukang becak yang biasa mangkal di seberang jalan, tepat depan rumah Bupati Puput Tantriana Sari

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Suhid seorang tukang becak saat mangkal di seberang rumah Bupati Tantri 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Hari ini Selasa, (31/8/2021) langit tampak cerah. Terik panas matahari menyinari sudut perempatan antara Jalan Wahidin dan Jalan Ahmad Yani. Tepat sebelah barat rumah pribadi Bupati Puput Tantriana Sari tampak sepi.

Suhid tukang becak yang biasa mangkal di seberang jalan, tepat depan rumah Bupati Puput Tantriana Sari. Penampakan itu, katanya, jauh dari kondisi sehari-hari. Biasanya, ada sekitar 7 petugas selalu ada 7 petugas Satpol PP berjaga di depan rumah. Mereka biasanya duduk-duduk di kursi taman yang didirikan tepat di atas trotoar.

 "Sepi. Di dalam pos kayaknya cuma ada 1 petugas yang jaga," katanya.

Suhid sebenarnya tahu rumah Bupati Tantri  dan suami Hasan Aminuddin sepi karena sang pemilik tidak ada di tempat. Dia sudah mendengar kabar bahwa keduanya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

"Iya saya sudah tahu ditangkap karena kasus nyogok buat jadi kades. Kalau terbukti, saya gak nyangka aja soalnya sehari-hari mereka kayak orang baik," ujarnya.

Baca juga: Pasca OTT Bupati Puput, Roda Pemerintahan Kabupaten Probolinggo Dipastikan Tetap Berjalan Normal

Komentar Suhid memang cukup beralasan. Suhid dan teman-temannya setiap minggu selalu mendapat beras 5 kilogram dari Hasan.

"Iya sekarang jadi gak ada yang ngasih beras lagi," ucapnya seraya tertawa.

Namun, di sisi lain ada banyak pengakuan yang warga justru merasa senang melihat Bupati Tantri dan Hasan diboyong ke Kantor KPK.

Rata-rata warga merasa selama Tantri menjabat bupati jalan pemerintah ada campur tangan Hasan. Roda pemerintahan berjalan anti kritik. Bahkan, ada selintingan cerita ASN harus siap dimutasi di pelosok-pelosok desa jika tidak pro dengan kebijakan pemda.

"Sudah jadi sebuah legenda PNS yang komen sembarangan tentang mereka (Tantri dan Hasan) sudah pasti kena mutasi," pungkas Roni seorang warga Probolinggo.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved