Breaking News:

Berita Jatim

Daftar Terbaru PPKM di Jatim, 6 Wilayah Berada di Level 2, Sementara Level 4 Ada di 9 Daerah

Daftar terbaru penerapan PPKM di Jawa Timur, 6 wilayah berada di level 2, sementara level 4 ada di 9 daerah.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (31/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tracing ratio Covid-19 di Jawa Timur meningkat pesat. Jika sebelumnya tracing hanya 1,17 kini sudah menjadi 10,32 selama bulan Agustus 2021. Artinya, dari setiap satu kasus yang terdeteksi, 10 kontak erat sudah dilakukan isolasi maupun testing. Capaian ini, bahkan juga berdampak signifikan terhadap penyebaran kasus Covid-19 di Jawa Timur.

Sesuai Inmendagri nomor 38 yang terbit pada tanggal 30 Agustus 2021, PPKM Level 2 di Jawa Timur tercatat ada di 6 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang serta Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Sementara Level 3 tercatat ada 23 kabupaten, yaitu Kabupaten Kediri, Jombang, Bondowoso, Banyuwangi, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Lamongan, Jember, Gresik, Bojonegoro dan Bangkalan.

Sedangkan Level 4 saat ini ada di 9 daerah, 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Lumajang serta Blitar. Sementara  4 kota level 4 yaitu Kota Probolinggo, Madiun, Kediri dan Blitar.

"Alhamdulillah selama Agustus tracing ratio Jatim naik hingga 880 persen. Dengan tracing yang masif dan kenaikan ratio ini, penyebaran kasus Covid-19 di Jatim dapat ditekan dan zona merah sudah menurun menjadi 4 kota/kabupaten, sementara level 2 naik, level 3 naik dan level 4 turun," terang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (31/8/2021). 

Khofifah menyampaikan, peningkatan  tracing dan testing sangat krusial, mengingat kontak erat berperan besar dalam menciptakan klaster baru. Untuk itu, menurutnya capaian ini merupakan prestasi besar dan menggembirakan dan harus terus dipertahankan. 

Apalagi, pencapaian ini merupakan berkat kolaborasi dan kerja keras pemprov, Kodam V Brawijaya, Polda Jatim, pemkab/pemkot, dan seluruh tenaga kesehatan (nakes) di Jatim. 

"Tentunya pencapaian luar biasa ini berkat kolaborasi Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, Polda Jatim, pemkab/pemkot se-Jatim, dan tenaga kesehatan. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada semua elemen yang telah berusaha keras mewujudkan hal ini," tutur gubernur perempuan pertama Jatim itu. 

Baca juga: 39.688 Pekerja Industri Jawa Timur Sudah Vaksinasi Covid-19, Optimis Ekonomi Keluarga Terus Berjalan

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, untuk mencapai tracing ratio sebesar ini banyak pihak yang telah berperan aktif. Di antaranya tim dari Kodam V Brawijaya sampai Babinsa total sebanyak 8.473, tim dari Polda sampai Bhabinkamtibmas sebanyak 8.130 personel, serta tenaga kesehatan dari 968 puskesmas di Jatim.

"Harapannya dengan peningkatan tracing ini kita bisa terus memutus penyebaran Covid-19. Dan penurunan angka zona merah ini harus terus kita pertahankan. Untuk itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan nakes dan penegak keamanan saja, tapi juga harus taat dan disiplin dalam prokes," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved