Breaking News:

Berita Gresik

Hak Buruh di Gresik Belum Dibayar, Pabrik di Gresik Dilakukan Sita Eksekusi Aset Rp 6,7 Miliar 

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)  Kabupaten Gresik melaksanakan sita eksekusi aset-aset pabrik PT Angkasa Raya Steel (ARS), Jalan Raya Manyar

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
SITA EKSEKUSI - Pelaksanaan sita eksekusi di pabrik PT ARS, Jalan Raya Manyar, Kecamatan Manyar, Selasa (31/8/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)  Kabupaten Gresik melaksanakan sita eksekusi aset-aset pabrik PT Angkasa Raya Steel (ARS), Jalan Raya Manyar, Kecamatan Manyar, Selasa (31/8/2021).

Sita eksekusi tersebut terkait uang paksa (dwangsom) yang harus diterima para pekerja yang menuntut perjanjian kerja waktu  tertentu (PKWT) menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). 

Dari putusan hakim PHI nomor 11 /Pdt.Sus - PHI /2021/PN Gsk dan  nomor 10 /Pdt.Sus - PHI /2021/PN Gsk menyebutkan, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Negeri Gresik yang memutuskan 188 orang dan 32 orang pekerja yang berstatus  dari perjanjian kerja waktu  tertentu (PKWT) menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). Ada juga yang terkena PHK belum menerima pesangon.

"Dari surat putusan hakim PHI tersebut belum ada surat dari perusahaan yang menyebutkan tentang PKWTT. Sehingga, kita ajukan sita eksekusi aset-aset perusahaan, sebab para pekerja belum menerima surat PKWTT atas putusan hakim," kata Abdulah Syafi'i, kuasa hukum para pekerja yang mengajukan gugatan ke PHI Kabupaten Gresik

Pelaksanaan sita eksekusi dilakukan juru sita Pengadilan Negeri Gresik. Selama sita eksekusi terjadi adu mulut dengan kuasa hukum PT ARS, sehingga petugas Polres Gresik bertindak tegas dengan mengamankan petugas Pengadilan Negeri Gresik untuk tetap melaksanakan sita eksekusi. 

Baca juga: Pejabat Utama Polres Batu Dirombak, Ini Formasi Terbarunya

Dari pendataan sita eksekusi tersebut, aset perusahaan berhasil didata untuk dijual dengan total nilai uang sebesar Rp 6,7 Miliar lebih, guna membayar uang paksa kepada para pekerja. Aset total yang didata senilai Rp 60 Miliar lebih. 

Beberapa aset PT ARS yang didata yaitu berupa kendaraan operasional perusahaan dan mesin produksi produksi pipa besi. Kendaraan yang didata sekitar 5 unit dan 5 unit jenis mesin. "Pengajuan sita eksekusi ini karena pihak tergugat tidak kooperatif dalam membayar hak para pekerja. Kasian kelurga para pekerja yang tidak segera diberikan," imbuhnya. 

Sementara kuasa hukum PT ARS yaitu Indi Nuroini, mengatakan, perusahaan sudah melaksanakan putusan majelis hakim dengan mengangkat para bekerja kembali. 

"Para pekerja sudah kita terima sebagai karyawan tetap. Ini membuktikan perusahaan kooperatif terhadap putusan pengadilan. Terkait sita eksekusi akan dilakukan koordinasi dengan para prinsipal secara langsung untuk menyelesaikan secara baik," kata Indi Nuroini, didampingi Aulia Rachman. 

Lebih lanjut Rachman mengatakan, saat ini perusahaan masih aktif berproduksi, sehingga perusahaan akan proaktif melaksanakan proses hukum untuk menunda eksekusi. "Saat ini perusahaan masih produksi, sehingga tidak bisa untuk dieksekusi," kata Rachman. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved