Breaking News:

Berita Malang

Klaim Covid-19 di Wilayahnya Mereda, Bupati Malang Optimis Terbebas dari Pandemi: Bukan Bersahabat

Bupati Malang Muhammad Sanusi menyebut 2 kecamatan di wilayahnya mendekati nihil dalam penularan Covid-19. "Beberapa kecamatan sudah mengarah pada 0 p

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Erwin Wicaksono
Bupati Malang, Muhammad Sanusi. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bupati Malang Muhammad Sanusi menyebut 2 kecamatan di wilayahnya mendekati nihil dalam penularan Covid-19.

"Beberapa kecamatan sudah mengarah pada 0 persen (penularan Covid-19). Contohnya di Kecamatan Kasembon, lalu di Kecamatan Pagak tinggal 2 orang (yang terjangkit corona). Kalau 2 orang itu sembuh yang sudah habis," ujar Sanusi ketika dikonfirmasi.

Melihat kondisi tersebut, Sanusi merasa percaya diri jika wilayahnya akan bebas dari Covid-19.

"Target saya di Kabupaten Malang ini hidup tanpa Covid-19. Bukan hidup bersahabat dengan Covid-19," papar pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Kendati Sanusi menargetkan hidup tanpa Covid-19, capaian vaksinasi di Kabupaten Malang masih 18 persen dari target 1.846.012 penduduk.

Menanggapi hal tesebut, Sanusi menjanjikan penyuntikan vaksin per hari mencapai 25 ribu vaksin di setiap puskesmas di wilayahnya. Ditanya mengenai stok vaksin, politisi PDIP ini menyebut Dinkes Provinsi Jawa Timur telah menyanggupi capaian vaksin tersebut.

"Per hari ini kami tingkatkan vaksin sebanyak 20 ribu sampai 25 ribu. Dari lintas sektor vaksinnya, dinas kesehatan provinsi, Polri sama TNI," terangnya.

Sanusi mengatakan, penurunan kasus Covid-19 ini lantaran adanya program pemindahan warga isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (isoter).

Ia menyebutkan saat ini ada 160 pasien dirawat di isoter dan 350 pasien dirawat di RS. Sementara sisanya, sebanyak 260 pasien atau 30 persen keseluruhan pasien aktif menjalani isoman.

"Jadi 30 persen masih isoman karena tidak memungkingkan dipindah ke isoter. Ada yang lansia, anak anak, kepala rumah tangga yang punya peliharaan ternak, ibu hamil dan menyusui," imbuhnya.

Sanusi mengatakan juga telah menginstruksikan Puskesmas dan Satgas Covid-19 untuk memantau isoman tersebut dengan penanganan pasien layaknya di isoter.

"Di desa desa sudah saya instruksikan ke puskesmas dan Satgas Covid-19 untuk diperlakukan sama dengan di isoter. Jadi rumahnya ditulisi isoter. Misalnya satu keluarga 5 orang, ya sudah itu dibuat isoter disitu," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved