Breaking News:

Berita Gresik

Pembebasan Lahan Kali Lamong di Gresik Dimulai Hari ini, Proses Pembayaran Lancar

Sebanyak 5 hektare lahan Kali Lamong dibebaskan hari ini. Total anggaran sebesar Rp 5,9 miliar membayar ganti rugi kepada pemilik lahan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Pembebasan Kali Lamong di kantor Balai Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Selasa (31/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebanyak 5 hektare lahan Kali Lamong dibebaskan hari ini. Total anggaran sebesar Rp 5,9 miliar membayar ganti rugi kepada pemilik lahan.

Proses pembayaran ganti rugi ini berjalan lancar. Tidak ada gejolak dari pemilik lahan saat proses berlangsung.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pembayaran ganti rugi juga disaksikan oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik yang diwakili Kapolsek Cerme AKP Nur Amin, Kepala BPN Gresik, Asep Heri.

Pihaknya menyampaikan banyak terimakasih kepada masyarakat yang sudah rela lahannya untuk diganti tugi. Demi penanganan banjir kali Lamong yang sudah sangat lama.

"Yang menarik adalah tahapan pembebasan semuanya berjalan dengan cepat dan lancar. Tidak ada sengketa apapun di dalam pelaksanaan dan masyarakat menyambut baik pelaksanaan pembebasan," tuturnya di kantor Balai Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Bupati Gresik Gus Yani Lantik Kepala Dinas Baru, Harap Pelayanan Semakin Baik Saat Pandemi Covid-19

Bupati milenial ini menyebut persoalan banjir kali lamong menjadi persoalan yang cukup lama, cukup panjang bertahun-tahun di Gresik. Petani di sekitar bantaran kali lamong selalu dihantui kerugian mulai dari menamam padi, dan pembudi daya ikan.

"Mereka tidak pernah mendapat keuntungan karena keduluan banjir. Dalam hal ini Pemkab Gresik komitmen dalam pengendalian banjir Kali Lamong. BBWS membangun tanggul parapet. Kami ditugaskan untuk membebaskan lahan kali Lamong di Gresik ada 62 kilometer. Program ini berkelanjutan per 5 hektare. Kita tentukan lokasinya," paparnya.

Kata pria yang akrab disapa Gus Yani, kewenangan daerah hanya dibawah lima hektare. Pemkab memiliki kewenangan menentukan penetapan lokasi.

"Alhamdulilah kita mulai di Cerme di desa Tambak Beras, Kono dan sekitarnya.
Mudah-mudahan ini lancar berkelanjutan," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved