Breaking News:

Berita Kediri

Diduga Serangan Ulat Grayak, Hasil Panen Petani Bawang Merah di Kabupaten Kediri Menurun 60 Persen

Serangan ulat grayak menurunkan hasil panen bawang merah di Kabupaten Kediri. Kondisi ini dialami oleh Muhammad Saumal Abidin (46) petani bawang...

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/farid mukarrom
Saumal Abidin saat menunjukkan hasil panen bawang merah di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Rabu (1/8/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRBUNJATIM.COM, KEDIRI - Serangan ulat grayak menurunkan hasil panen bawang merah di Kabupaten Kediri.

Kondisi ini dialami oleh Muhammad Saumal Abidin (46) petani bawang asal Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Menurut Cak Udin sapaan akrabnya, bahwa kondisi seperti ini sudah terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Akibatnya di lahan 1400 meter milik Cak Udin, yang biasanya mampu memanen hingga 2 ton bawang merah, kini hanya menghasilkan 700 kilogram.

"Selain menurunkan berat dari panen bawang merah, hama ini juga membuat menurunnya kualitas bawang merah," ungkapnya Rabu (1/8/2021).

Sementara itu menurut Cak Udin dalam usaha pertanian bawang ini ia mengeluarkan uang hingga 12 juta.

Namun akibat serangan ulat grayak ini membuat ia hanya mendapatkan penghasilan hingga 7 juta rupiah.

"Kemarin luasan 1400 meter dapat 717 kilogram, lakunya per satu kilogram adalah 10 ribu. Dapat uangnya 7 juta sekian masih belum dipotong untuk ongkos panen dan lainnya. Sehingga minusnya mencapai 5 juta rupiah," tuturnya.

Ia juga berharap dengan adanya kejadian ini, pihak dinas terkait agar membantu para petani bawang merah di Kabupaten Kediri.

"Harapan saya agar dinas terkait tolong agar turun ke lapangan, di sini bawang merah potensi. Kondisi seperti ini paling parah, karena kerugian itu dari pengeluaran untuk pestisida," tandasnya.

Sementara itu menambahkan Karim Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan POPT Kecamatan Ngasem dan Gurah Kabupaten Kediri, menyampaikan serangan ulat grayak karena alam.

"Yang jelas karena faktor alam, ekosistem saat ini. Jadinya mendukung perkembangan ulat," singkatnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved