Breaking News:

Berita Malang

Polsek Lowokwaru Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Suhat Malang

Polsek Lowokwaru menggagalkan percobaan bunuh diri seorang pemuda di Jembatan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (1/9/2021)

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Anggota Lantas Polsek Lowokwaru saat gagalkan percobaan bunuh diri di jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Rabu (1/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polsek Lowokwaru menggagalkan percobaan bunuh diri seorang pemuda di Jembatan Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (1/9/2021) pagi.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, pelaku percobaan bunuh diri itu berinisial MM (22), warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Dan sehari harinya, MM menempuh pendidikan di salah satu kampus di Kota Malang.

Plh Kapolsek Lowokwaru, AKP Sutomo, menjelaskan secara detail kejadian tersebut.

"Sekitar pukul 09.00 WIB, anggota piket Lantas Polsek Lowokwaru yang berjaga di Pos Lantas UB melihat MM berusaha melompat dari Jembatan Jalan Soekarno Hatta," ujarnya kepada TribunJatim.com.

"Anggota piket Lantas Polsek Lowokwaru yang melihat hal itu, langsung menarik MM dan menggagalkan percobaan bunuh diri tersebut," sambungnya.

Setelah itu, MM dibawa ke Polsek Lowokwaru untuk ditenangkan dan diajak berbicara terkait alasannya ingin bunuh diri.

"Awalnya diam dan tidak mau ngomong sama sekali. Setelah kami lakukan pendekatan secara pelan-pelan, akhirnya MM mau mengungkapkan alasannya ingin bunuh diri," terangnya.

Dari keterangan yang didapat, MM mengalami depresi akibat takut tidak lulus tepat waktu.

"Jadi, selama ini MM tinggal bersama neneknya. Dan si MM ini sudah semester akhir dan sedang menyusun skripsi. Karena takut dan kepikiran tidak lulus tepat waktu, dia berusaha mengakhiri hidupnya dengan berusaha melompat dari Jembatan Soekarno Hatta," jelasnya.

Setelah berhasil ditenangkan, Polsek Lowokwaru berkoordinasi dan memanggil pihak keluarga.

"Selain memanggil pihak keluarga, kami juga memanggil pihak kampus. Untuk diberikan motivasi hidup dan mempersilahkan MM langsung mengutarakan permasalahannya ke pihak kampus," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved