Breaking News:

Berita Trenggalek

Sebanyak 312 Pasien Covid-19 di Trenggalek Telah Pindah Ke Isoter

Sebanyak 312 pasien Covid-19 yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri (isoman) telah dipindahkan ke tempat isolasi terpusat (isoter) di Kabupaten

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar
Pixabay
Ilustrasi pasien Covid-19 di Trenggalek 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Sebanyak 312 pasien Covid-19 yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri (isoman) telah dipindahkan ke tempat isolasi terpusat (isoter) di Kabupaten Trenggalek.

Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri hanya tinggal satu orang, berdasarkan data terakhir yang diunggah Pemkab Trenggalek hingga Selasa (1/9/2021).

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera membenarkan bahwa hampir seluruh pasien Covid-19 yang menjalani isoman sudah dipindahkan.
Pemindahan itu melibatkan petugas kesehatan dari Dinkes, Polri, dan TNI. Proses pemindahan para pasien, aku dia, dilakukan dengan pendekatan persuasif.

Sehingga, prosesnya berjalan cukup lama, yakni sekitar dua pekan.

“Karena isolasi terpusat memang lebih ideal, karena pasien dapat terpantau dan bisa cepat tertangani apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan khusus,” kata Dwiasi.

Para pimpinan di Kabupaten Trenggalek, lanjut Dwiasi, menargetkan agar pasien Covid-19 bisa dirawat di tempat yang disediakan pemerintah. Baik di rumah sakit, RS darurat Covid, asrama Covid, maupun tempat isoter.

Ia jugaberterima kasih kepada para pasien yang dengan suka rela mau dirawat di tempat isoter. Sehingga proses pemindahan para pasien bisa berlangsung lancar, minim hambatan.

“Mari bergotong-royong menangani pandemi ini. Mari tetap konsisten jalankan protokol kesehatan secara konsisten agar pandemi ini bisa segera kita lalui,” ajak Kapolres.

Proses pemindahan warga isoman ke isoter di Kabupaten Trenggalek dimulai pada Rabu (18/8/2021).

Pelepasan tim gabungan yang bertugas menjemput-antar pasien Covid-19 dari rumahnya ke isoter dipimpin oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Baca juga: Kawanan Gajah Mengamuk, Soeharto Beri 1 Perintah Giring Masuk Hutan, Tangis TNI Pecah

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menekankan agar para petugas menghindari konfrontasi dengan pasien maupun keluarganya saat proses pemindahan.

“Ini upaya kita untuk melindungi masyarakat Kabupaten Trenggalek. Jadi saya tekankana gar prosesnya dengan mengedepankan persuasi dengan baik,” ujar Mas Ipin. (fla)

Kumpulan berita Trenggalek terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved