Breaking News:

Berita Banyuwangi

Ada Pemalsuan Surat Antigen di Banyuwangi, Satgas Perketat Pemeriksaan Dokumen di Pelabuhan Ketapang

Terjadi pemalsuan surat antigen di Banyuwangi, satgas memperketat pemeriksaan dokumen calon penumpang di Pelabuhan Ketapang.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Satgas Penanganan Covid-19 saat melakukan patroli PPKM di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi memperketar jalur penyeberangan laut di Pelabuhan Ketapang, menyusul ditemukannya pembuat surat swab antigen palsu

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, mengatakan pengetatan pemeriksaan personel dilakukan setelah adanya evaluasi dari satgas.

"Kami lakukan evaluasi bersama. Sangat perlu dilakukan pengetatan. Sebab beberapa dari penumpang ada yang bisa lolos dari pemeriksaan di Pelabuhan Ketapang dan menyeberang ke Gilimanuk, Bali," kata Eko, Kamis (2/9/2021). 

Polisi menangkap tiga pelaku pembuat surat antigen palsu di Banyuwangi, yang digunakan sebagai syarat penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. 

Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, pengetatan pemeriksaan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi untuk mengantisipasi adanya kembali pemalsuan surat bebas Covid-19.

Ini karena disinyalir masih ada oknum-oknum tak bertanggung jawab yanng memanfaatkan masa pandemi Covid-19 dengan cara yang tidak halal. 

"Kami lakukan pengetatan pemeriksaan. Selain dari KKP dan petugas pelabuhan, kita tambah dari TNI-Polri," ujarnya. 

Pengetatan pemeriksaan meliputi barcode dan klinik yang mengeluarkan surat rapid test antigen tersebut. Sebab diduga para pelaku dan jaringannya sudah beroperasi selama tiga bulan terakhir. Ia menduga sudah ada seratusan rapid test palsu yang dijual kepada warga di Pelabuhan Ketapang.

Baca juga: Lampaui 90 Persen, Capaian Penyaluran Bansos di Banyuwangi Dapat Apresiasi Gubernur Jatim

"Tentu pemeriksaan barcode dan klinik yang mengeluarkan," tambahnya. 

Sebelumnya diberitakan Polresta Banyuwangi berhasil membongkar praktik pembuatan dokumen tes rapid antigen palsu.

Polisi berhasil menangkap tiga pelaku yang menjalani bisnis nakal ini. Sementara satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved