Breaking News:

Berita Surabaya

Bandar Sabu Ngaku Setor ke Oknum Polisi, 'Kok Bisa' di Website PN Surabaya Dakwaannya Penganiayaan

Kasus bandar narkotika jenis sabu yang beroperasi di wilayah Jalan Sencaki Surabaya bakal siap disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Bandar Sabu yang Ngaku Beri Setoran ke Oknum Polisi, Di Website PN Surabaya Dakwaannya Malah Penganiayaan 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus bandar narkotika jenis sabu yang beroperasi di wilayah Jalan Sencaki Surabaya bakal siap disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Terdakwa bernama Muhammad Ali Usman (30) warga Jl Sidotopo Jaya, Surabaya ditangkap oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, pada 11 Februari 2021 lalu.

Usman, bahkan tak sungkan menyebut puluhan nama oknum anggota polisi yang menerima jatah bulanan darinya untuk mengamankan bisnis haram tersebut.

Bahkan, Bid Propam Polda Jawa Timur juga melakukan upaya pemeriksaan terhadap puluhan oknum polisi yang disebut oleh Usman.

Saat dicek di website Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, muncul nama terdakwa Muhammad Ali Usman dengan jaksa penuntut umum Suparlan.

Perkara Usman teregister nomor 1624/Pid.Sus/2021/PN Sby.

Namun saat diklik, dakwaan dalam website resmi PN Surabaya itu menyebutkan jika Usman terlibat dalam kasus penganiayaan di Jalan Dr.Moestopo Surabaya pada 1 Juli 2020.

Jaksa penuntut umum, Suparlan dari Kejari Surabaya, saat dikonfirmasi di Pengadilan Negeri Surabaya, memastikan bahwa pihaknya menjerat tersangka sesuai berkas dari penyidik kepolisian dalam kasus Narkotika.

"Lho iya, kok bisa, itu websitenya berarti yang salah," ujarnya terheran.

Suparlan menegaskan, bahwa dirinya akan mendakwa tersangka dengan pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang nerkotika, sesuai dengan berkas yang diterima dari penyidik Satreskoba Polrestabes Surabaya.

"Kalau saya tetap, sesuai berkas penyidik didakwa terkait kasus nerkotika ya. Karena barang buktinya banyak, pasal yang digunakan 112 ayat (2)," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved