Breaking News:

Berita Malang

DPRD Kota Malang Mulai Kaji APBD-P 2021, Peningkatan PAD jadi Sorotan

Proses penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 kini sedang dikaji oleh DPRD Kota Malang.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Rifki Edgar
Suasana dalam sidang paripurna yang membahas tentang Ranperda APBD-P 2021, Senin (1/9/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Proses penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 kini sedang dikaji oleh DPRD Kota Malang.

Hal ini pun mulai dibahas dalam sidang paripurna dewan yang mengagendakan tentang pandangan umum fraksi soal Ranperda APBD-P 2021, Rabu (1/9/2021).

Sejumlah isu dan persoalan di Kota Malang menjadi pembahasan oleh sejumlah fraksi.

Salah satunya ialah soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang yang mengalami penurunan khususnya dari sektor pajak daerah menjadi Rp 551 Miliar.

Fraksi pun mendorong, agar Pemkot Malang dapat meningkatkan PAD dengan mengoptimalkan sejumlah sektor yang ada di Pemerintahan Kota Malang.

"Di masa pandemi ini seharusnya Pemkot mencarikan solusi atau cara lain untuk menjunjang dan meningkatkan PAD untuk kesejahteraan masyarakat. Kami mempertanyakan apa langkah Pemkot untuk mengatasi permasalahan ini," ucap Suryadi anggota Fraksi Golkar Nasdem PSI.

Suryadi menyampaikan, dari tahun ke tahun permasalahan utama yang terjadi dalam pendapatan daerah yaitu masih rendahnya rasio PAD dibanding dengan pendapatan daerah. 

Pihaknya pun juga memahami, bahwa pandemi ini juga menjadi faktor menurunkan penerimaan PAD di Kota Malang.

"Memang dampak pandemi ini menjadikan kegiatan di sektor ekonomi mengalami penutupan, seperti penutupan pusat perbelanjaan, tidak beropersinya hotel, restoran dan kegiatan hiburan yang merupakan salah satu penunjang penerimaan PAD. Jadi harus ada solusi," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved