Berita Kota Malang

MCW Klaim Temukan Dugaaan Penyelewengan dan Pungli Insentif Pemakaman Covid-19 di Kota Malang

Malang Corruption Watch (MCW) klaim telah menemukan dugaaan penyelewengan dan pungli insentif pemakaman Covid-19.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Ilustrasi pemakaman - Lima orang petugas pemakaman jenazah Covid-19 membawa peti menuju liang lahat di pemakaman umum Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (2/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Beberapa hari belakangan ini, sedang ramai diberitakan soal polemik para kepala daerah yang menerima honor pemakaman jenazah Covid-19 di Jember.

Hal tersebut, banyak menyita perhatian publik, termasuk Malang Corruption Watch (MCW). 

MCW pun mencoba untuk melakukan penelusuran di Kota Malang.

Hasilnya, MCW menemukan beberapa hal yang mirip dengan peristiwa di Jember. Bahkan, terdapat dugaan pungutan liar (pungli) dan penyelewengan terhadap dana insentif penggali kubur.

Melalui rilis yang dibuat MCW pada Kamis (2/9/2021) ini, MCW menemukan lima persoalan soal dugaan penyelewengan ataupun pungli dari pemakaman Covid-19 di Kota Malang.

Kasus pertama ialah MCW menemukan adanya dugaan penyelewengan dana insentif petugas penggali kubur. Kasus inipun berakibat pada beberapa penggali kubur tidak memperoleh hak kesejahteraannya secara penuh. 

Kejadian ini ditemukan di dua tempat, yakni Pemakaman Plaosan Barat dan LA Sucipto Blimbing. Dari data MCW disebutkan, bahwa insentif senilai Rp 750 ribu di dua tempat tersebut belum dibayarkan.

Dari semestinya dibayar Rp 22,5 juta dari jumlah 30 penggalian, yang sudah dibayarkan hanya Rp 3 juta untuk di LA Sucipto. Sedangkan di Plaosan Barat, dari 11 penggalian, yang sudah diterima Rp 8,25 Juta.

"Penelusuran ini dilakukan Juli-Agustus 2021. Dengan belum dibayarkannya honor tersebut, untuk di Plaosan Barat yang belum terbayarkan Rp 6,1 juta dan di LA Sucipto Rp 19,5 Juta," tulis Meri, Tim Riset MCW.

Yang kedua ialah dugaan pungli dengan modus syarat administrasi. Di mana, dari nilai insentif sebesar Rp 750 ribu, diduga dipotong oleh petugas Satgas Covid-19 sebesar Rp 100 ribu.

Baca juga: RSUD Lawang Malang Bantah Tunggak Gaji Karyawan, Direktur Rumah Sakit: Pegawai Tetap Terima Gaji

Sehingga setiap petugas hanya menerima sebesar Rp 650 ribu dan baru tiga kali pembayaran itu diberikan dari total penggalian sebanyak 11 kali. Hal tersebut diduga MCW terjadi pemotongan ganda yang mengurangi jumlah insentif dan jumlah penggalian. 

Ketiga ialah, MCW menilai, sampai saat ini di Kota Malang belum ada edukasi pemahaman perihal protokol pemakaman. Kemudian ditambah tidak ada regulasi dan informasi apapun terkait mekanisme terhadap masyarakat, utamanya petugas penggali kubur.

"Minimal Pemkot Malang harus memberi pemahaman kewajiban dan hak yang didapat. Agar masyarakat dapat berdaya untuk mengetahui apa hak dan kewajibannya. Bukan hanya sekedar dituntut untuk melaksanakan kewajiban tanpa hak yang didapati," tulisnya.

Kelima, MCW menilai, persoalan tersebut merupakan sebuah konsekuensi dari tidak adanya kebijakan yang secara khusus mengatur perihal pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 seperti dilakukan oleh pemerintahan Kota Badung. 

Akibatanya, beberapa persoalan tersebut menjadi sulit dikontrol dan dikendalikan oleh Pemerintah Kota Malang. Kasus perselisihan antara petugas penggali kubur (masyarakat) dengan lurah dalam pengguburan jenazah Covid-19 di LA Sucipto, adalah bentuk lain dari ketidakjelasan.

"Maka dari itu, kami menuntut pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Malang membuat regulasi terkait pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19,"

"Selanjutnya pemkot harus segara melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk membangun mekanisme penanganan bersama secara integratif den gotong royong dalam menyediakan serta menditribusikan anggaran yang tepat, khususnya untuk penggali kubur," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved