Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

Meski Kabupaten Malang Masuk PPKM Level 3, Waktu Pembelajaran Tatap Muka Belum Ditentukan

Meski Kabupaten Malang sudah masuk PPKM Level 3, waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka masih belum ditentukan.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM)- Meski Kabupaten Malang sudah masuk PPKM Level 3, waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka masih belum ditentukan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang masih belum menentukan waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya.

Dinas Pendidikan akan melihat terlebih dahulu situasi Covid-19 (virus Corona) setelah perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 selesai.

"Kita semua tentu berharap dan selalu berusaha agar pembelajaran tatap muka terbatas dapat diselenggarakan, namun kita harus tetap hati-hati dan cermat, mengingat PPKM Level 3 Malang Raya ini terakhir tanggal 6 September. Setelah tanggal 6 apakah zona atau levelnya membaik," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono ketika dikonfirmasi pada Kamis (2/9/2021).

Rahmat akan mengeluarkan kebijakan terkait PTM berdasarkan apapun kondisi ritme penularan Covid-19 di Kabupaten Malang.

"Jika membaik dan sekolah yang menjadi tempat isoter sudah siap, tentu tanggal 7 (September) dapat dimulai kembali uji coba PTM terbatas sebesar kapasitas 30 persen," ungkap Rahmat.

Saat ini, Rahmat mengaku berfokus pada persiapan fasilitas protokol kesehatan Covid-19 di sekolah dan vaksinasi bagi siswa SMP.

"Bagi sekolah yang memenuhi semua daftar periksa bisa dilakukan PTM. Kami sekaligus lebih mengintensifkan vaksinasi bagi pelajar SMP di sekolah yang ditetapkan oleh puskesmas setempat," beber Rahmat.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tak mencatat secara spesifik golongan pelajar di Kabupaten Malang yang telah disuntik vaksin.

Baca juga: Kepala UPT Pemakaman Covid-19 Kota Malang Bantah Adanya Dugaan Pungli yang Disebutkan MCW

"Rekapitulasi (vaksinasi) kami masyarakat secara umum tidak memilah kelompok-kelompoknya. Jadi yang divaksin itu siswa atau tidak yang penting masyarakat," ujar Kadinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo.

Dari informasi yang didapat Arbani, siswa di SMK Singosari secara keseluruhan telah menjalani vaksinasi Covid-19.

"Yang kami dapat informasinya pelajar yang sudah divaksin adalah dari SMK dan SMA, dan itu langsung instruksi gubernur. Di SMKN Singosari 100 persen sudan tervaksin 2 kali," tutup Arbani.

Dinkes Kabupaten Malang memilih metode serentak dalam pelaksanaan vaksinasi dengan screening kesehatan tanpa memilah golongan pekerjaan atau status sosial.

"Setelah kami mengupayakan strategi vaksinasi oleh puskesmas di masing-masing kecamatan, ada peningkatan signifikan dengan capaian harian sebelum-sebelumnya. Sebelumnya rata-rata hanya 5.000 dosis saja. Sekarang mulai Senin kemarin bisa mencapai 10.000 dosis," kata Arbani.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved