Breaking News:

Berita Gresik

Nenek Pembuang Bayi di Tempat Sampah Gresik Dituntut 5 Tahun Penjara, Menyesal dan Minta Keringanan

Terdakwa Hardiyaning Astiti Eka (40), warga Desa Domas, Kecamatan Menganti dituntut hukuman penjara selama 5 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan

Penulis: Sugiyono | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/Moch. Sugiyono
Terdakwa Hardiyaning Astiti Eka saat menjalani sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Gresik, Rabu (1/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Moch Sugiyono 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Hardiyaning Astiti Eka (40), warga Desa Domas, Kecamatan Menganti dituntut hukuman penjara selama 5 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik, atas perbuatannya membuang bayi di tempat sampah, Rabu (1/9/2021). 

Tuntutan jaksa penuntut umum Salvida Putri mengatakan, terdakwa Hardiyaning Astiti Eka telah melakukan perbuatan yang mengakibatkan nyawa bayi meninggal dunia. 

Atas perbuatan terdakwa selaku nenek dari bayi yang dibuang, Jaksa menuntut memohon, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Terdakwa Hardiyaning Astiti Eka terbukti secara sah melakukan tindak pidana dengan sengaja menempatkan anak di bawah umur untuk melepaskan diri darinya sampai akhirnya meninggal dunia. Sebagaimana diatur dalam Pasal 306 ayat (2) KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terdahap terdakwa Hardiyaning Astiti Eka dengan hukuman selama 5 tahun dan dikurangi selama terdakwa menjalani hukuman," kata Jaksa Salvida Putri. 

Dari tuntutan tersebut, barang bukti berupa kardus warna coklat ukuran 20X40 sentimeter dan kresek hitam digunakan bukti dalam perkara yang melibatkan putri terdakwa. 

Atas tuntutan hukuman seberat itu, terdakwa Hardiyaning Astiti Eka meminta keringanan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik yang dipimpin Rina Indrajanti.

"Saya meminta keringanan yang mulia hakim, saya menyesal dan tidak akan mengulangi lagi," kata Hardiyaning Astiti Eka, saat menjalani sidang secara daring. 

Sementara penasihat hukum terdakwa Hardiyaning Astiti Eka yaiu Muhammad Fatkhur Rozi dan M Nur Sholihin mengatakan akan melakukan pembelaan terhadap kliennya. 

"Kita akan memohon keringanan secara tertulis kepada majelis hakim, sebab tuntutan jaksa terlalu berat bagi terdakwa dibandingkan perbuatannya. Terdakwa sudah terbebani secara mentalnya," kata Fatkhur Rozi. 

Diketahui, pada Maret 2021, warga Perumahan Omah Indah Menganti Desa Bringkang, Kecamatan Menganti digegerkan dengan temuan bayi perempuan yang dibuang dalam bak sampah area pemakaman umum.

Setelah ditemukan, akhirnya bayi tersebut meninggal dunia di rumah sakit.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved