Breaking News:

Berita Kabupaten Pasuruan

Gelar Pesta Pernikahan di Masa PPKM, Ayah Anggota DPRD Pasuruan Dijatuhi Denda Rp 20 Juta

Akibat menggelar pesta pernikahan di masa PPKM, ayah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan divonis bersalah dan dijatuhi denda Rp 20 juta.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Pengadilan Negeri Bangil Pasuruan menjatuhkan vonis hukuman kepada ayah Akhmad Mujangki, Baidowi dalam sidang tipiring, karena menggelar resepsi pernikahan di masa PPKM, Jumat (3/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kasus video viral pernikahan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Akhmad Mujangki, di media sosial beberapa waktu lalu sudah berakhir.

Pengadilan Negeri Bangil Pasuruan sudah menjatuhkan vonis hukuman kepada ayah Akhmad Mujangki, Baidowi dalam sidang tipiring, Jumat (3/9/2021).

Dalam kasus ini, Baidowi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena ia penyelenggara pesta pernikahan anaknya.

Sedangkan, Akhmad Mujangki, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dalam kasus ini dinyatakan tidak bersalah, dan hanya saksi karena penyelenggara acara adalah ayahnya.

Hakim menganggap Baidowi, ayah Akhmad Mujangki, bersalah dan melanggar aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pasuruan.

Baidowi tetap menggelar acara resepsi pernikahan anaknya di tengah pandemi Covid-19, sekalipun tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Dalam sidang ini, Baidowi dijatuhi hukuman denda Rp 20 juta atau jika tidak dibayarkan diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan.

Hakim memvonis Baidowi karena melanggar pasal 49 jo pasal 27 c Perda Provinsi nomor 2 tahun 2020 tentang Tatibum. 

Baca juga: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Apresiasi Kerja Sama Panasonic dan IKM Kota Pasuruan

Resepsi pernikahan anaknya yang digelar 28 Agustus 2021 itu, memicu kerumunan warga di saat pandemi Covid-19.

Usai sidang, ayah Mujangki, Baidowi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Ia mengaku tidak berniat membuat kerumunan dalam pesta pernikahan anaknya. Ia juga sudah berusaha maksimal menerapkan prokes.

"Namun saya ikhlas dengan putusan ini. Saya menyadari kesalahan saya dan tidak patut untuk dilakukan," kata Baidwoi.

Ia meminta siapapun, untuk tidak meniru apa yang dilakukannya.

“Kami harap, apa yang menimpa saya ini, bisa menjadi pelajaran. Jangan ditiru,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved